Berita Cirebon
PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Ada 8 Jalur Kereta Api Rawan Banjir dan Tanah Ambles
Berbagai upaya juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang dikhawatirkan mengganggu perjalanan kereta api termasuk bencana alam.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Anjing pelacak itu berasal dari Unit Satwa Direktorat Samapta Polda Jawa Barat.
Petugas Unit Satwa Ditsamapta Polda Jabar, Briptu Ginanjar Wahyu R, mengatakan, kedua anjing pelacak itu spesialis mendeteksi bahan peledak.
"Keduanya ras anjing Belanda, jenisnya labrador dan black," kata Ginanjar Wahyu R saat ditemui usai Apel Gelar Pasukan Nataru di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Kamis (19/12/2019).
• TERUNGKAP Alasan DPR AS Makzulkan Donald Trump, Sang Presiden Bereaksi Begini
Ia mengatakan, anjing pelacak itu masing-masing ditempatkan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan.
Nantinya, anjing pelacak yang diberi nama Black dan Wolf itu akan berpatroli di lingkungan stasiun.
"Patroli rutin bersama pawangnya juga, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ginanjar Wahyu R.
Saat itu, para petugas dari Unit Satwa Ditsamapta Polda Jabar juga tampak berkeliling Stasiun Cirebon.
Anjing pelacak itu terlihat mengendus sejumlah sudut ruang tunggu penumpang dan hall utama stasiun.
• ZODIAK CINTA Kamis 19 Desember 2019: Gemini Tumbuh Benih Cinta, Scorpio Bertengkar Dengan Pasangan
Bahkan, para petugas juga sempat memeriksa toilet Stasiun Cirebon.
Sementara Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, mengatakan, anjing pelacak itu selalu disiagakan saat Lebaran dan Nataru.
"K9 itu rutin disiagakan untuk mengantisipasi aksi teror bom," kata Tamsil Nurhamedi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/apel-nataru1.jpg)