Berita Cirebon
PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Ada 8 Jalur Kereta Api Rawan Banjir dan Tanah Ambles
Berbagai upaya juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang dikhawatirkan mengganggu perjalanan kereta api termasuk bencana alam.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI telah memulai angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru) hari hari Kamis (19/12/2019)
Berbagai upaya juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang dikhawatirkan mengganggu perjalanan kereta api termasuk bencana alam.
• WASAPADA Gusi Sering Berdarah Bisa Jadi Anda Idap Penyakit Ini, Begini Tips Menyembuhkannya
• VIDEO - Alat Berat Stum Gilas 2.970 Botol Miras dan 50 Liter Tuak, Hasil Tangkapan Polres Majalengka
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, mengatakan, ada beberapa titik di sepanjang jalur kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon yang rawan bencana.
"Kira-kira ada delapan titik yang rawan bencana di wilayah Daop 3 Cirebon," ujar Tamsil Nurhamedi saat ditemui usai Apel Gelar Pasukan Nataru di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Kamis (19/12/2019).
Ia mengatakan, seluruh titik itu rawan bencana alam terutama saat musim hujan seperti sekarang, misalnya banjir dan tanah bergerak ataupun ambles.
• VIRAL Bayi Menangis Peluk Ibunya yang Meninggal, Sang Ayah Tulis Pesan Terakhir Istri untuk Putrinya
• TERUNGKAP Alasan DPR AS Makzulkan Donald Trump, Sang Presiden Bereaksi Begini
Menurut dia, empat titik di antaranya berada di jalur kereta api antara Stasiun Jatibarang - Stasiun Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
Wilayah tersebut merupakan yang terbanyak titik rawannya dari semua lintasan kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.
"Daerah tersebut rawan tanah bergerak dan tanah amblas saat musim hujan," kata Tamsil Nurhamedi.
Titik rawan selanjutnya ialah daerah antara Stasiun Tanjungrasa - Stasiun Cikampek yang dianggap rawan banjir.
• Lucinta Luna Bawa Kabur Sepatu Branded dan Mobil Mewah Milik Atta Halilintar, Kenapa?
Selain itu, ada tiga titik rawan tanah bergerak dan tanah ambles berada di perlintasan kereta api antara Stasiun Songgom - Stasiun Larangan, Kabupaten Brebes.
Menurut Tamsil, perlintasan antara Stasiun Sindanglaut - Stasiun Ciledug termasuk kawasan rawan banjir, tanah bergerak, dan tanah ambles.
• Marko Simic Pilih Bertahan 3 Tahun Lagi di Persija, Ini Alasannya
"Kami sudah siapkan antisipasinya, dari mulai menambah petugas perlintasan ekstra hingga menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS)," ujar Tamsil Nurhamedi.
Dua anjing pelacak disiagakan
Dua anjing pelacak disiagakan di dua stasiun di Kota Cirebon selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru).
Anjing pelacak itu berasal dari Unit Satwa Direktorat Samapta Polda Jawa Barat.
Petugas Unit Satwa Ditsamapta Polda Jabar, Briptu Ginanjar Wahyu R, mengatakan, kedua anjing pelacak itu spesialis mendeteksi bahan peledak.
"Keduanya ras anjing Belanda, jenisnya labrador dan black," kata Ginanjar Wahyu R saat ditemui usai Apel Gelar Pasukan Nataru di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Kamis (19/12/2019).
• TERUNGKAP Alasan DPR AS Makzulkan Donald Trump, Sang Presiden Bereaksi Begini
Ia mengatakan, anjing pelacak itu masing-masing ditempatkan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan.
Nantinya, anjing pelacak yang diberi nama Black dan Wolf itu akan berpatroli di lingkungan stasiun.
"Patroli rutin bersama pawangnya juga, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ginanjar Wahyu R.
Saat itu, para petugas dari Unit Satwa Ditsamapta Polda Jabar juga tampak berkeliling Stasiun Cirebon.
Anjing pelacak itu terlihat mengendus sejumlah sudut ruang tunggu penumpang dan hall utama stasiun.
• ZODIAK CINTA Kamis 19 Desember 2019: Gemini Tumbuh Benih Cinta, Scorpio Bertengkar Dengan Pasangan
Bahkan, para petugas juga sempat memeriksa toilet Stasiun Cirebon.
Sementara Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, mengatakan, anjing pelacak itu selalu disiagakan saat Lebaran dan Nataru.
"K9 itu rutin disiagakan untuk mengantisipasi aksi teror bom," kata Tamsil Nurhamedi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/apel-nataru1.jpg)