Demo Pedagang Pasar Indramayu
Pedagang di Pasar Baru Indramayu Ancam Akan Bawa Rombongan 3 Bus Datangi PTUN Bandung
Para pedagang di Pasar Baru Indramayu berencana akan datangi PTUN Bandung dalam sidang lanjutan perkara penutupan Cipto Gudang Rabat
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Dalam hal ini, ia mempertanyakan keputusan hakim yang tidak mempertimbangkan jumlah pedagang di Pasar Baru Indramayu yang jumlahnya mencapai sekitar 2.000 pedagang.
• Adik Omid Nazari Lebih Pilih Klub Liga Malaysia Kedah FA Ketimbang Gabung Persib
Bahkan, dalam hasil sidang keputusan itu, disampaikan Sugeng Wahyudi sama sekali tidak ada poin yang mempertimbangkan terkait jumlah pedagang di Pasar Baru Indramayu.
"Orang pasar itu lebih banyak dari pada karyawan Cipto, apakah itu tidak dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim untuk menentukan keputusan," ucapnya.
Meski demikian dalam aksi tersebut sama sekali tidak ada perwakilan Cipto Gudang Rabat untuk beraudiensi dengan ribuan pedagang.
Pasar modern itu bahkan terlihat tutup dan tidak ada aktivitas di dalamnya.
• Susi Pudjiastuti Bicara Lagi Soal Ekspor Lobster: Nikel Itu Bisa Habis, Lobster Itu Bisa Terus Ada
Kepung Cipto Gudrang Rabat
Ribuan pedagang di Pasar Baru Indramayu mengepung pasar modern Cipto Gudang Rabat di Jalan Tanjungpura, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (17/12/2019) sekitar pukul 08.40 WIB.
//
Mereka melakukan aksi unjuk rasa mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap dikabulkannya penangguhan penutupan Cipto Gudang Rabat oleh Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Bandung.
Pantauan Tribuncirebon.com, jumlah massa yang banyak itu bahkan membuat lalu lintas di Jalan Tanjungpura tidak bisa dilalui.
Sepanjang jalan khususnya di sekitar kawasan Cipto Gudang Rabat itu dikerumuni ribuan orang.
Tidak adanya perwakilan Cipto Gudang Rabat maupun perwakilan pemerintahan daerah yang menemui massa aksi membuat kekecewaan para pedagang semakin memuncak.

Ribuan pedagang yang kecewa itu bahkan terlihat dorong mendorong dengan aparat kepolisian.
Mereka memaksa masuk meski akses masuk Cipto Gudang Rabat sudah ditutup menggunakan rantai dan dijaga rarusan aparat gabungan Polri dan TNI.
"Masuk-masuk, kami tidak takut dengan Cipto!" teriak ribuan massa.
Beruntung, kemarahan ribuan massa itu bisa diredamkan oleh koordinator aksi untuk tidak berbuat anarkis.
Dalam aksi itu para pedagang di Pasar Baru Indramayu membawa beragam spanduk sebagai bentuk kekecewaan.
Mereka juga membawa spanduk besar bertuliskan "Masyarakat Wajib Mengetahui".

Spanduk besar itu berisikan poin-poin Perda Kabupaten Indramayu Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Serta Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
"Kami tidak takut dengan Cipto, bahwa Perda itu adalah benar. Kami tidak takut," teriak massa mengikuti seruan koordinator aksi.