Breaking News:

1.000 Orang dengan Gangguan Jiwa Tersebar di Majalengka, Kadinkes: Pengidap Akan Dirawat Gratis

jumlah tersebut berhasil diketahui melalui program Bupati Majalengka yang meluncurkan program Puskesmas Anjang Ka Imah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Alimudin, saat diwawancara, Selasa (17/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majakengka, Alimudin menyebut ada sekitar 1.000 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tersebar di wilayah Kabupaten Majalengka.

Jumlah tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Majalengka.

"Sekarang kita temukan pengidap ODGJ di Kabupaten Majalengka sekitar 1000 orang," ujar Alimudin, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, jumlah tersebut berhasil diketahui melalui program Bupati Majalengka yang meluncurkan program Puskesmas Anjang Ka Imah.

Pasangan Polisi Ini Lagi Pacaran, Langsung Beraksi Begitu Melihat Pelaku Penembak Sopir Taksi

Susi Pudjiastuti Bicara Lagi Soal Ekspor Lobster: Nikel Itu Bisa Habis, Lobster Itu Bisa Terus Ada

Salah satu tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Majalengka dalam menangani pengidap ODGJ, yaitu digulirkannya program Evakuasi Massal Perawatan ODGJ.

"Salah satu peduli kami, sesuai amanat undang-undang 23 tahun 2014 yaitu salah satunya melakukan standar pelayanan minimal dengan bekerjasama dengan BPJS dan Dinas Sosial melakukan program Evakuasi Massal Perawatan ODGJ di Kabupaten Majalengka. Nantinya kami akan melakukan perawatan terhadap para pengidap secara bertahap di Rumah Sakit Jiwa Bogor," ucap dia.

Ali menyampaikan, melalui program itulah para pengidap ODGJ yang ada di Kabupaten Majalengka akan mendapatkan bantuan perawatan.

Perawatan itu, jelas dia, akan dilakukan di salah satu Rumah Sakit Jiwa di Bogor, yakni Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi.

"Semua bantuan program tersebut akan didapatkan secara gratis," kata Alimudin.

Segelas Air Kunyit Hangat Diminum Setiap Pagi Saat Perut Kosong Selama Seminggu, Rasakan Manfaatnya

Cerita Aneh Kemunculan Anak Ular Kobra di Tasikmalaya, Warga Didatangi Perempuan Cantik dalam Mimpi

Salah satu keluarga pasien yang menerima program tersebut, Dadang (42) mengatakan dengan program itu dirinya berharap sang adik, Pepen (35) yang pengidap ODGJ asal Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten dapat segera sembuh.

Pasalnya, sejak 8 tahun lalu atau tepatnya tahun 2011 sang adik sudah mengidap pengidap ODGJ berat.

"Ya saya mah pengennya adik saya cepat sembuh, semoga saja dengan program ini adik saya normal kembali," ujar Dadang. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved