Polisi Amankan Dua Orang Tersangka Kasus Pengantin Pesanan di Cimahi, Salah Satunya Warga Tiongkok

Kali ini pihak imigrasi berhasil menangkap dua tersangka baru yang merupakan Warga Negara Asing bernama Jin Shixiong warga Republik Rakyat Tiongkok

Polisi Amankan Dua Orang Tersangka Kasus Pengantin Pesanan di Cimahi, Salah Satunya Warga Tiongkok
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Imigrasi Bandung dan Kejari Cimahi mengungkap kasus penyelundupan manusia dengan modus pengantin pesanan yang melibatkan WNA Cina, Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Kantor Imigrasi 1 TPI Bandung berhasil mengungkap dua tersangka baru soal penyelundupan manusia dengan modus "Pengantin pesanan".

Kali ini pihak imigrasi berhasil menangkap dua tersangka baru yang merupakan Warga Negara Asing bernama Jin Shixiong warga Republik Rakyat Tiongkok dan satu lagi Warna Negara Indonesia berinisial EM.

EM merupakan istri dari tersangka pengembangan kasus sebelumnya bernama Shao Dongdong.

EM berperan mencari wanita Indonesia untuk dijodohkan dengan pria Tiongkok.

Dua Mojang Cimahi Ini Hampir Jadi Korban Penyelundupan Manusia ke Tiongkok, Begini Modus Pelaku

"Bersangkutan EM mengurus dokumen dan proses pernikahan korban serta mengelola dana untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan itu serta mencari mempelainya wanita asal Indonesia dan menerima keuntungan yang sudah ditarif," ujar Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Yosa anggara di Kantor Kejari Kota Cimahi, Selasa (3/12/2019).

Yosa Anggara menjelaskan untuk peran Jin Shixiong ini sebagai perekrut pria warga Tiongkok yang akan dijodohkan, nantinya diteruskan kepada Shao Dongdong dan EM.

"Jadi Jin Shixiong ini mencari korban untuk datang ke Indonesia dan mencarikan jodohnya di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dengan matok harga," jelasnya.

Praktek Pengantin Pesanan Ada di Cimahi, Korban Diiming-imingi Uang Rp 35 Juta, Begini Modusnya

Dalam kasus ini, kedua tersangka baru itu telah melakukan penyulundupan manusia dengan modus "Pengantin Pesanan" prosesnya tidak sah menurut hukum yang sedang marak terjadi di Indonesia dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan visa masuk ke negara Tiongkok.

Kedua tersangka itu telah melanggar Pasal 120 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Sementara itu, Kasie Pidum Kejari Cimahi Rudi Heryanto mengatakan pihaknya menerima pelimpahan tersangka baru ini dan akan diuji nantinya.

Seorang Warga Cina Selundupkan Wanita Indonesia dengan Modus Pengantin Pesanan, Dihargai Rp 35 Juta

"Kami akan uraikan dulu semua unsur-unsur dalam Pasal 120 tersebut, karena ada bahasa untuk menyelundupkan orang ke luar negeri kami uji dulu. Kemudian nanti dalam persidangan uji juga, bahwa ada hal yang memberatkan dan ada hal yang meringankan sebelum kita mengajukan tuntutannya," tutur Rudi Heryanto.

Rudi menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung karena ada pelaku yang merupakan warga negara asing.

Kasus penanganan perkara ini yang dilakukan penyidik dari Imigrasi Kelas 1 TPI Bandung merupakan kasus pertama dan menjadi role model untuk perkara imigrasi berikutnya yang akan terjadi ditempat lainnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved