Praktek "Pengantin Pesanan" Ada di Cimahi, Korban Diiming-imingi Uang Rp 35 Juta, Begini Modusnya

Warga negara Asing Tiongkok, Shao Dongdong diamankan oleh Tim Pengawas Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Bandung.

Praktek
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Imigrasi Bandung dan Kejari Cimahi mengungkap kasus penyelundupan manusia dengan modus pengantin pesanan yang melibatkan WNA Cina, Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Warga negara Asing Tiongkok, Shao Dongdong diamankan oleh Tim Pengawas Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Bandung.

Warga Tiongkok tersebut diduga telah melakukan praktek perjodohan antara pihak warga negera Tiongkok dengan wanita warga Negara Indonesia "Pengantin Pesanan" secara ilegal tak sesuai prosedur.

"Bersangkutan Shou dongdong warga negara Republik Rakyat Tiongkok, melakukan praktek perjodohan dan tersangka mendapatkan keuntungan," ujar Kepala Divisi Imigrasi Kanwilkumham Jawa Barat, Ari Budijanto di Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (1/10/2019).

Ari mengatakan tersangka ini dalam hal melakukan perjodohan menggunakan dokumen tidak sah dimata hukum dan tidak sesuai prosedur.

"Nikah resmi gak masalah, hasil penyelidikan melakukan secara tidak benar, dokumen dipalsukan," ujarnya.

Selain itu, Ari menjelaskan dalam praktek pernikahan ilegalnya itu, tersangka mengembangkan bisnis penyelundupan manusia berkedok 'pengantin pesanan' tersebut memanfaatkan istri yang warga negara Indonesia tersebut untuk mencari korban baru.

”Melalui istrinya, dia (tersangka) mencari wanita yang mau dikawinkan dengan warga RRT dan dibawa ke RRT,” ujar Ari.

Ari mengungkapkan para korban tersebut di iming-imingi akan mendapat keuntungan besar.

”Korbannya yang diketahui baru ada dua. Tapi kasus ini akan terus dikembangkan,” ucapnya.

Halaman
12
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved