TKW Asal Majalengka Tak Pulang

Majikan Devi Siti Mulyati Selalu Berbohong, TKW Asal Majalengka Itu Sudah Dua Minggu Hilang Kontak

ketika Devi meminta izin pulang ke Indonesia, sang Majikan enggan memberikannya izin dan tiket pesawat.

Majikan Devi Siti Mulyati Selalu Berbohong, TKW Asal Majalengka Itu Sudah Dua Minggu Hilang Kontak
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ibunda Devi Sri Mulyati, Eni (42) TKW asal Majalengka yang 10 tahun tidak pulang 

"Majikannya itu selalu menahan Devi yang ingin pulang ke Indonesia, dijanjikan dibelikan tiket pesawat, tapi tidak pernah dibuktikan," ucap dia.

 BREAKING NEWS - TKW Asal Majalengka Sudah 10 Tahun Tak Pulang, Ibunya Terus-terusan Menangis

 Majikan Devi Siti Mulyati Selalu Berbohong, TKW Asal Majalengka Itu Sudah Dua Minggu Hilang Kontak

Selama ini, masih Watiah, dirinya baru sebatas memposting informasi tentang Devi di media sosial.

Belum ada laporan, ke dinas terkait ataupun instansi yang berwenang.

"Kalau Pemerintah Desa sih sudah tahu, tapi ya begitu tidak ada tindak lanjutnya," kata Watiah.

 2 Orang Ditangkap Saat Ikut Salat Jumat dengan Maruf Amin, Gerak-geriknya Dianggap Mencurigakan

 Kisah KH Maimun Zubair atau Mbah Moen Didatangi Rasulullah SAW dalam Mimpi Titip Dzurriyahnya Mondok

Diberitakan sebelumnya, Devi Siti Mulyati (26) binti Muhtar, seorang TKW asal Majalengka yang merupakan warga Blok Pamengkang RT.01 RW.01 Desa Biawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka tidak dapat pulang ke Indonesia.

Sang ibu, Eni (42) mengatakan, Devi selama menjadi TKW di Jordania selama 10 tahun tak pernah pulang ke rumah.

Selama ini, hanya komunikasi via telepon seluler saja yang bisa dilakukan oleh keduanya.

"Anak saya berangkat tahun 2009 lalu. Sejak dia di Jordania komunikasi mah lancar, dia selalu ngasih kabar," ujar Eni kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (24/11/2019).

Berdasarkan keterangan dari Eni, saat tahun 2009 lalu, anaknya berangkat menjadi TKW saat usianya masih 16 tahun melalui PT Prapindo Adi Pratama di Jakarta.

Saat itu, Devi yang baru saja lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) sengaja diubah umurnya untuk bisa berangkat kerja ke luar negeri.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved