Anak Bupati Majalengka Ditahan

Anak Bupati Majalengka Resmi Ditahan, Jabatan Kabag Ekbang Setda Pemkab Majalengka Dijabat Plh

Irfan Nur Alam, tersangka kasus penembakan yang juga menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Pemkab

Anak Bupati Majalengka Resmi Ditahan, Jabatan Kabag Ekbang Setda Pemkab Majalengka Dijabat Plh
Kolase
Irfan Nur Alam dan Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Irfan Nur Alam, tersangka kasus penembakan yang juga menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Pemkab Majalengka, kini resmi ditahan.

Pascapenahanan itu, jabatan tersebut diambil alih oleh Pelaksana harian atau Plh.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Pemkab Majalengka, Ahmad Sodikin saat ditemui diruangannya, Rabu (20/11/2019).

Ahmad mengatakan, setelah yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka yang kini sudah ditahan, dirinya telah menetapkan dan mengangkat seorang Plh untuk ambil alih jabatan itu.

Hal itu untuk mengisi kekosongan jabatan yang sementara ditinggal oleh anak Bupati Majalengka tersebut.

"Untuk agar tidak terjadi kekosongan jabatan, saya sudah menetapkan seorang Plh untuk mengisi jabatan itu," ujar Ahmad, Rabu (20/11/2019).

Lanjut Ahmad menjelaskan, perihal mekanisme yang dilakukan ketika ada seorang ASN yang meninggalkan jabatan dalam kurun waktu tertentu dalam hal ini ditahan, yang bersangkutan harus mengikuti semua aturan terlebih dahulu sampai dengan persidangan.

Nantinya, ketika sudah ada keputusan, persidangan akan ditindaklanjuti sesuai keputusan tersebut.

Polres Majalengka Tolak Surat Penangguhan Penahanan Anak Bupati, Gelar Perkara Kasus Penembakan

BREAKING NEWS: Polres Majalengka Terima Surat Penangguhan dan Pencabutan Perkara Kasus Anak Bupati

Selain Anak Bupati Majalengka, Inilah Dua Tersangka Baru Dalam Kasus Penembakan Kontraktor

"Bilamana sudah ada hasil keputusan, dan keputusan itu hasilnya diputuskan kurang dari 2 tahun, yang bersangkutan masih bisa kembali bekerja, namun sebaliknya jika diatas 2 tahun, dipastikan tidak dapat kembali menjabat," ucap dia.

Oleh karena itu, Ahmad menambahkan, hingga sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil persidangan dalam hal ini masih berada di pihak kepolisian.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved