Breaking News:

Bencana Kekeringan Masih Terjadi di Kabupaten Cirebon, Warga Sampiran Sulit Mendapatkan Air Bersih

Bencana Kekeringan Masih Terjadi di Kabupaten Cirebon, Warga Sampiran Sulit Mendapatkan Air Bersih

Tribuncirebon.com/Hakim Baihaqi
Warga Desa Blok Sampiran membawa jeriken dan ember berdatangan ke lokasi sumur pantek untuk mendapatkan air bersih. (Tribuncirebon.com/Hakim Baihaqi) 

Setiap pagi warga Desa Blok Sampiran berdatangan ke lokasi sumur pantek untuk mendapatkan air bersih.

warga yang datang ke lokasi tersebut membawa sejumlah jeriken air.

Setibanya di lokasi sumur pantek, jeriken-jeriken tersebut pun kemudian dijajarkan tepat di depan pintu sumur yang di dalamnya juga, terdapat fasilitas mandi cuci kakus (MCK) umum‎.

‎Selain memanfaatkan fasilitas sumur pantek, warga pun memanfaatkan bantuan air bersih yang sering dipasok oleh pemerintah daerah, kepolisian, atau pun instansi negara lainnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, hujan yang mengguyur Kabupaten Cirebon tidak merata, sehingga tidak belum membebaskan warga dari kekeringan.

"Ini kan musim pancaroba peralihan, intesitas juga belum tinggi," kata Eman.

Eman mengatakan, hujan yang beberapa kali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Cirebon pun berintesitas ringan dan berlangsung kurang dari 30 menit.

VIDEO - Polisi Olah TKP di Lokasi Kecelakaan Bus Sinar Jaya vs Bus Arimbi di Tol Cipali KM 117.800

"Hujan belum mengembalikan ketersediaan sumber-sumber air warga," katanya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Cirebon, 11 kecamatan mengalami kekeringan atau krisis air bersih.

Kecamatan tersebut, yakni Greged, Gebang, Gegesik, Gunung Djati, Kaliwedi, Klangenan, Panguragan, Sedong, Slangit, Suranenggala, dan Talun.

Halaman
1234
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved