Politik

Lihat Surya Paloh dan Sohibul Iman Berpelukan Mesra, Jokowi Bereaksi di IG, Singgung soal Cemburu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan pandangannya tentang adegan pelukan Surya Paloh dari Nasdem dan Sohibul Iman dari PKS.

Lihat Surya Paloh dan Sohibul Iman Berpelukan Mesra, Jokowi Bereaksi di IG, Singgung soal Cemburu
Kolase Tribun Cirebon
Surya Paloh dan Sohibul Iman, Presiden Jokowi 

"Sebagai partai utama koalisi pemerintahan kita tentu bermaksud mengingatkan pada semua partai yang selama ini sudah menyatakan komitmennya bekerja dengan baik untuk memenangkan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin," kata Arif.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019). (KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGI)

Mengutip dari Kompas.com, Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman bertemu di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Partai Nasdem dan PKS sepakat untuk memperkuat check and balance atau fungsi pengawasan terhadap pemerintah di DPR.

 Partai Nasdem Bicara Soal Kemungkinan Jadi Oposisi

 Politisi Nasdem Irma Suryani Berani Marahi Rocky Gerung Anda Pikir Anda Lebih Pintar dari Jokowi?

 Anies Baswedan Bertemu Surya Paloh, Berpotensi Diusung Nasdem Jadi Capres 2024

Hal ini menjadi salah satu dari tiga poin kesepahaman yang dihasilkan dalam pertemuan itu.

"Perbedaan sikap politik tidak menjadi penghalang bagi Nasdem dan PKS untuk berjuang bersama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan memperkuat fungsi check and balance di DPR," ujar Sekjen PKS Mustafa Kamal saat memberikan keterangan seusai pertemuan.

Mustafa Kamal mengatakan, PKS menghormati sikap politik Partai Nasdem yang berada di dalam pemerintahan.

Sementara PKS memilih menjadi oposisi dan tidak bergabung dalam pemerintahan.

Namun, ia menekankan, fungsi check and balance sangat penting untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan mengatasi tantangan bangsa Indonesia ke depannya.

"Demokrasi yang sehat itu penting untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang politik, ekonomi, keagamaann, pendidikan, kesehatan, budaya, dan lainnya," kata Mustafa. 

Kedekatan Nasdem dan PKS

Sikap Politik Partai Nasdem semakin memberikan sinyal untuk menjadi pengkritik pemerintahan, dengan tujuan niat baik membangun negeri bersama pihak oposisi lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh.

Surya Paloh memahami perbedaan sikap politik antara partainya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia menghargai sikap PKS yang memilih tetap menjadi oposisi dan berada di luar pemerintahan.

Namun, Paloh mengatakan, tidak menutup kemungkinan Nasdem dapat sejalan dengan PKS dalam hal menjalankan fungsi penyeimbang di DPR terhadap kebijakan pemerintah.

"Ketika ada pesan yang memang jelas bisa ditangkap oleh konstituen, kedua institusi partai politik ini, kami bisa bergandengan tangan bersama," ujar Paloh saat memberikan keterangan seusai bertemu Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

 Gerindra Ingin Mengulang Kesuksesan Seperti Pilkada Indramayu 2015 Bersama Demokrat dan PKS

 PKS Tegas Jadi Oposisi Kritik Pemerintahan, Sohibul Iman: Kalau Kalah Jangan Nemplok ke Yang Menang

 Ali Ngabalin Menangis Beberkan Alasan Ajak PKS & Gerindra Masuk Koalisi Jokowi, Ini Alasannya

"Kami bisa lebih hangat bersama, kami bisa sharing ide bersama," lanjut dia.

Paloh mengatakan, dalam negara demokrasi yang sehat, dibutuhkan kekuatan penyeimbang dan menjalankan sistem check and balance.

Di sisi lain, pemerintah yang sehat pun harus mampu menerima kritik yang solutif dan membangun.

Ia mengatakan, pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada lagi pihak-pihak yang mengkritisi kebijakan pemerintah.

Megawati tolak salaman AHY dan buang muka ke Surya Paloh
Megawati tolak salaman AHY dan buang muka ke Surya Paloh (Bidik layar Kompas TV)

"Pemerintah membutuhkan pikiran kritis. Tapi yang kami sepakati, pikiran kritis ini dilandasi oleh niat baik, pikiran yang mengkritisi secara konstruktif, bukan saling merusak menjatuhkan, tapi dengan semangat membangun," tutur dia.

"Nah, itu sebetulnya yang dibutuhkan oleh masyarakat dan kami percaya itu memberikan sumbangsih bagi satu proses pendidikan politik yang ada di negeri ini," lanjut Paloh. 

Surya Paloh Ungkap Nasdem Bisa jadi Oposisi

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang menyebutkan partainya siap jadi oposisi.

 "Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Apa alasan pernyataan Surya Paloh soal partai Nasdem siap jadi oposisi?

Sebagai Partai pendukung pemerintahan, Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini.

Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

 Surya Paloh Berdiri, tapi Megawati Malah Buang Muka dan Pura-pura Enggak Lihat: Ya, Saya Ketawa Saja

 Anies Baswedan Bertemu Surya Paloh, Berpotensi Diusung Nasdem Jadi Capres 2024

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi.

Hari ini, Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan.

Hingga pukul 16.30 sudah ada sebelas orang yang menyambangi Istana.

Mereka yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR dan DPRD Provinsi Terpilih periode 2019-2014, di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019).
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR dan DPRD Provinsi Terpilih periode 2019-2014, di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019). ((KOMPAS.com/Haryantipuspasari))

Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno,

relawan Jokowi-Ma'ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan rival partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf saat pilpres lalu.

Surya sebelumnya menyatakan, bila seluruh partai menjadi koalisi pemerintahan, dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang.

Padahal, sistem tersebut diperlukan di dalam negara demokrasi seperti yang dianut Indonesia.

"Kalau begitu check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki," ujarnya. 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved