Reini D Wirahadikusumah, Perempuan Pertama yang Jadi Rektor ITB

Menurutnya, tugas berat menanti civitas akademika ITB dan terutama bagi rektor terpilih.

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Rektor ITB Baru Prof Reini Wirahadikusumah 

"Saya mengimbau agar rektor terpilih memanfaatkan berbagai gagasan ini secara optimal dan mengajak semua pihak berkolaborasi untuk keberhasilan," tambah Yani.

Debat terbuka dan pemaparan ide Seperti diketahui, Pilrek ITB diikuti 30 kandidat yang kemudian dikerucutkan menjadi 10 kandidat.

Mereka adalah Benyamin Sapiie, Bramantyo Djohanputro, Dwi Larso, Edy Tri Baskoro, Gusti Ayu Putri Saptawati Soekidjo, Jaka Sembiring, Kadarsah Suryadi, Reini D Wirahadikusumah, Togar Mangihut Simatupang, Widjaja Martokusumo.

Setelah melalui tahapan debat terbuka dan pemaparan ide gagasan, ke-10 kandidat ini disaring menjadi 6 orang.

Kemudian Senat Akademik ITB memilih tiga calon rektor ITB periode 2020-2025 lewat sidang tertutup Senat Akademik.

Mereka adalah Jaka Sembiring, Kadarsah Suryadi, dan Reini Wirahadikusumah.

Mereka terpilih dalam sidang tertutup Senat Akademik yang digelar pada 1 November 2019.

Berdasarkan Pedoman dan Tata Cara Pemilihan Rektor ITB 2020-2025 yang tertuang dalam Peraturan MWA ITB No. 006/PER/l1.MWA/OT/2019, proses pemilihan Rektor ITB telah selesai dalam empat tahap.

Adapun tahapan pemilihan Rektor ITB baru yaitu mulai dari pendaftaran, penyeleksian bakal calon dari daftar nominee.

Lalu, proses pemilihan tiga calon rektor oleh SA ITB, dan pemilihan rektor melalui sidang tertutup MWA ITB yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Gubernur Jawa Barat, dan anggota MWA ITB lainnya. 

Karier Reini D Wirahadikusumah

Dikutip dari laman https://www.itb.ac.id , Prof. N.R Reini D. Wirahadikusuma adalah seorang Guru Besar dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Reini Djuhraeni Wirahadikusumah menyelesaikan pendidikan S1 di ITB, S2 dan S3 di Purdue University The State of Indiana Amerika Serikat

Meski berada di lingkungan Teknik Sipil yang cukup maskulin karena banyak diisi oleh kaum laki-laki, ia tidak merasa terganggu oleh keadaan tersebut. "Saya merasa lingkungan saya adalah tantangan bagi saya untuk berkembang," ucapnya seraya tersenyum.

Prof. Reini adalah seorang lulusan SMA Tarakanita Jakarta - sebuah sekolah Katolik yang diisi khusus oleh anak perempuan. Walau Reini beragama Islam, ia justru menikmati perbedaan yang ada dan menjadikannya sebagai bahan eksplorasi baru. Ini juga yang membuatnya mau untuk memilih ITB sebagai tempat kuliah dan Teknik Sipil yang sangat "laki-laki" pada zamannya sebagai jurusan. "Selain Ayah saya yang ITB, ya kebiasaan terhadap hal-hal berbeda menjadikan saya terus ingin mencoba berbeda, intinya suka petualangan," jawabnya bersemangat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved