Wajah Miftah Berkaca-kaca Saat Rumah Reyotnya Diratakan dengan Tanah, Bakal Jadi Rumah Baru
Miftah bekerja serabutan untuk menghidupi lima orang anaknya, kadang bekerja sebagai buruh tani itupun kalau ada yang menyuruh.
Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto SIK SH M Hum bersama H Aris Mulkan dari Ngerayap Community berkunjung dan secara simbolis memberikan bantuan pembangunan rumah kepada keluarga Miftah. Tak sampai di situ perwakilan komunitas Bagong Mogok dan Kebo Ireng pun turut hadir menyaksikan kebahagiaan keluarga Miftah.
"Kami dari Polres Cianjur bersama Ketua Ngerayap Comunity mendapat informasi ada rumah tak layak huni, jadi kami bareng-bareng membangun, kami mencoba bagaimana merasakan indahnya kebersamaan mencoba mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di lapangan," ujar Kapolres di lokasi pembangunan rumah.

Kapolres mengatakan, Miftah punya anak lima orang dan tempat tinggalnya kurang layak huni sehingga perlu bantuan diperbaiki.
"Minimal keluarganya bisa istirahat, jangan bocor dan ambruk, secara persis pekerjaannya serabutan, jadi mungkin tak punya uang untuk perbaiki rumah," ujarnya.
Kapolres mengatakan, pihaknya juga akan mencari solusi pendapatan lain dari keluarga Miftah dengan membuatkan warung untuk usaha.
Ketua Ngerayap Community Indonesia, H Aris Mulkan, mengatakan kegiatan yang dilakukan merupakan rutinitas sosial kepada warga kurang beruntung yang memerlukan bantuan.
"Semoga keluarga Miftah bisa terangkat derajat dan martabatnya, kami bersama Polres Cianjur berusaha meringankan sedikit beban warga," kata Aris.

Kondisi rumah nyaris ambruk milik Miftah pertama kali diketahui anggota BPD Desa, Misbah Fauzy (28), ia merasa BPD belum bisa untuk membantu bangun rumah Miftah makanya ia mencari bantuan.
"Kami berterima kasih kepada pihak yang telah membantu keluarga Miftah, rumah keluarga Miftah memang harus disentuh karena tak layak huni," katanya.
Camat Warungkondang Candra Dwi Kusumah, berharap bukan hanya keluarga Miftah yang mendapat bantuan. Pasalnya jumlah rutilahu di Warungkondang mencapai ratusan.
"Harapan besar bukan hanya satu rumah yang dibantu, data rutilahu di Warungkondang dari 11 desa ada lima ratus rumah, dari jumlah tersebut ada 15 rumah yang masuk program perbaikan, kendati demikian saya berterima kasih kepada Polres dan komunitas yang telah membantu karena anggaran pemerintah tak cukup untuk memperbaiki semuanya," katanya.(fam)