DPRD Indramayu Janji Usut Masalah Keberadaan Cipto Gudang Rabat: Semua Yang Terlibat Kami Panggil

Ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Baru (ASPARU) menilai pemerintah sudah mengecewakan masyarakat

DPRD Indramayu Janji Usut Masalah Keberadaan Cipto Gudang Rabat: Semua Yang Terlibat Kami Panggil
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Bary (ASPARU) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (29/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Baru (ASPARU) menilai pemerintah sudah mengecewakan masyarakat terutama para pedagang.

Hal tersebut disampaikan koordinator aksi, Sugeng Wahyudi kepada Tribuncirebon.com saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (29/10/2019).

Dirinya mengatakan, fenomena yang dirasakan sekarang oleh para pedagang tradisional ialah pemerintah seolah-olah sedang memojokan para pedagang dengan Peraturan Daerah (Perda) yang mereka buat sendiri.

Pemerintah membuat peraturan, namun pemerintah pula yang melanggar peraturan tersebut.

"Sudah tiga tahun lebih, kami para pedagang pasar tradisional dimarjinalkan oleh pemerintahnya sendiri, oleh eksekutif dan legislatif," ujar dia.

Dirinya menilai, Perda Nomor 4 Tahun 2014 Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 7 Tahun 2011 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Serta Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang dibuat pemerintah hanya kamuflase yang dibuat pemerintah.

Para masa aksi menyebut peristiwa ini dengan sebutan Tragedi Cipto Presedent. Sebab pemerintah pada satu sisi adalah orang yang membuat Perda, akan tetapi mereka pulalah yang membuat pelanggaran itu terjadi.

Selama tiga tahun lebih lamanya para pedagang Pasar Baru Indramayu menderita secara penghidupan ekonomi karena adanya Cipto Gudang Rabat.

"Kami selalu berusaha menjadi penyabar atas pelanggaran yang dilakukan Cipto Gudang Rabat," ucapnya.

Ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Bary (ASPARU) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (29/10/2019).
Ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Bary (ASPARU) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (29/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved