2 Ruang Kelas di SDN Cijolang 2 Limbangan Garut Ambruk Seusai Siswa Pulang Sekolah

Atap ruang kelas 2 dan 3 SDN Cijolang 2 Kecamatan Limbangan ambruk pada Rabu (23/10/2019). Beruntung semua murid telah pulang dari sekolah

2 Ruang Kelas di SDN Cijolang 2 Limbangan Garut Ambruk Seusai Siswa Pulang Sekolah
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sejumlah murid SDN Cijolang 2, Kecamatan Limbangan melihat atap ruang kelas yang ambruk, Kamis (24/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Atap ruang kelas 2 dan 3 SDN Cijolang 2 Kecamatan Limbangan ambruk pada Rabu (23/10/2019). Beruntung semua murid telah pulang dari sekolah saat kejadian berlangsung.

Selain kelas 2 dan 3, bangunan ruang kelas 1 juga ikut terdampak. Pasalnya tiga ruang kelas itu berada dalam satu bangunan. Kayu dan genting masih berserakan di ruang kelas.

Tembok ruang kelas pun sudah banyak yang retak. Sejak 2017 pihak sekolah sudah mengajukan proposal perbaikan. Pada 2016, tembok ruang kelas tersebut sempat mendapat perbaikan ringan karena kondisinya sudah mengkhwatirkan.

Nabila Ratu Bilqis (8), murid kelas 3, menyebut baru mengetahui kelasnya rusak pada Rabu malam. Ibunya memberi kabar jika atap kelasnya ambruk.

"Sedih juga soalnya sekarang enggak belajar di kelas sendiri. Digabungin dulu belajarnya sama kelas 6," ucap Nabila saat melihat ruang kelasnya yang rusak, Kamis (24/10/2019).

Nabila menyebut, tembok ruang kelasnya memang sudah retak-retak. Sekolah yang terletak di Kampung Karyalaksana, Desa Cijolang itu jadi andalan warga di dusun tiga untuk menyekolahkan anaknya.

"Inginnya bisa cepat dibenerin kelasnya. Enggak enak harus digabungin belajarnya," katanya.

Satu Rumah di Kampung Terobosan Kota Cimahi Ambruk, Satu Rumah Lagi Retak

Langit-langit Ruang Kelas V Ambruk, Murid-murid Tetap Belajar Karena Tak Ada Ruang Kelas Lagi

Tujuh Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Disegel Kayu Meski Tidak Ambruk, Ini Alasannya

Firdan Erlangga Saputra (7), murid kelas 2 juga berharap ruang kelasnya bisa segera diperbaiki. Ia mengaku kurang nyaman jika harus belajar bersama dengan murid kelas 5.

"Kemarin sore sudah tahu kelasnya rusak. Pas dilihat sudah banyak yang jatuh kayu sama gentingnya," ujar Firdan.

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved