PT MSS yang Ledakkan Batu di Kampung Cihandeuleum Diminta Evakuasi Warga Setempat
langkah preventif yang dilakukan Dinas ESDM Jabar adalah mengevaluasi pertambangan di Jawa Barat. Tujuannya supaya insiden serupa tidak terjadi
Sedangkan satu rumah lagi hampir serupa. Satu batu berukuran besar menimpa rumah tersebut. Kini, penghuni rumah tersebut tengah mengungsi. Sedangkan puluhan rumah, dan sekolah hanya mengalami kerusakan ringan.
PT MSS Sebut Musibah
PT. MSS, pihak yang bertanggung jawab saat proses "Blasting" atau peledakan batu sehingga mengakibatkan kerusakan ringan hingga parah di Kampung Cihandeleum RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi itu sebuah musibah.
Direktur Tehnik, PT. MSS, Bambang Yudhaka mengatakan akibat peristiwa yang menyebabkan kerugian materi dan psikologis ini pihaknya merasa khawatir. Hasil musyawarah pun nantinya akan disampaikan kepada perusaahaan tempatnya bekerja.
"Tadi yang dibilang bapak-bapak akan saya sampaikan. Yang jelas rumah-rumah akan kami selesaikan, sudah pasti, jangan takut. Saya juga tidak ingin musibah. Kami bicara win-win solutions, sama-sama senang," ujar Bambang, di sekolah Raudhatul Athfal Al-Huda, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10/2019).
Direktur Tehnik, PT. MSS, Bambang Yudhaka saat hadir musyawarah bersama puluhan warga di sekolah Raudhatul Athfal Al-Huda, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10/2019). (Tribun Jabar/Ery Chandra)
Lantas tak berselang lama perwakilan puluhan warga, Dodi Dores (37) menginterupsi pembicaraan perwakilan PT. MSS tersebut. Dia membantah yang disampaikan merupakan sebuah musibah.
"Itu bukan sepenuhnya pure musibah pak, itu keteledoran. Cara "blastingnya" sudah dekat dengan permukiman masyarakat," katanya dijawab setuju puluhan orang yang hadir musyawarah.
Direktur Tehnik, PT. MSS, Bambang Yudhaka saat hadir musyawarah bersama puluhan warga di sekolah Raudhatul Athfal Al-Huda, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10/2019). (Tribun Jabar/Ery Chandra)
Menurutnya, apabila PT. MSS sebelum mengerjakan pekerjaan itu mempunyai rasa iba kepada warga maka peristiwa keteledoran tersebut tidak akan terjadi.
"Kan kalau mau blasting masih banyak titik lainnya. Kenapa ini harus dekat dengan warga. Jadi diralat, mohon maaf dari kami sebelumnya itu bukan musibah tapi keteledoran," ujarnya.
Menanggapi pandangan warga tersebut, Bambang menyampaikan persoalan itu intinya akan diselesaikan dengan cara baik-baik.
"Tujuan saya adalah untuk sama-sama menikmati gunung ini harusnya. Penghasilan buat kami, tapi kalau seandainya ada opsi lain akan saya sampaikan," katanya. (sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/batu-besar-timpa-rumah4.jpg)