PT MSS yang Ledakkan Batu di Kampung Cihandeuleum Diminta Evakuasi Warga Setempat
langkah preventif yang dilakukan Dinas ESDM Jabar adalah mengevaluasi pertambangan di Jawa Barat. Tujuannya supaya insiden serupa tidak terjadi
"Kami masih terus melakukan penyelidikan, dan di lokasi sudah dilakukan pemasangan police line. Untuk penyebab pastinya nanti bisa diketahui sesuai dengan hasil penyelidikan," ujar Handreas, di Kabupaten Purwakarta, Kamis (10/10/2019).
Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius menuturkan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut. Apabila ditemukan unsur kelalaian, maka mereka akan menyelesaikan secara hukum.
"Apabila memenuhi unsur baru kami melakukan penyidikan dengan pemanggilan saksi-saksi dan semua yang terlibat dalam blasting atau peledakan ini," katanya.
• HEBOH, Artis Cantik Tewas Dibunuh Lalu Dimutilasi, Ditemukan Tak Berbusana, Kini Belum Terungkap
• Penampilan Veronica Tan Curi Perhatian, Busana Serba Pink, Lipstik Pink Membuatnya Terlihat Cantik
Sebagaimana diberitakan, hujan batu berbagai ukuran bahkan sebesar rumah bangunan dan jalan di Kampung Cihandeleum, RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono membenarkan peristiwa tersebut. Tetapi, dikabarkan batu-batu yang menimpa rumah warga itu bukan disebabkan faktor alam.
"Kami dapat laporan dari warga setempat bernama Azis. Tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi sekitar Rp.460.000.000 juta," ujar Wahyu, melalui ponselnya, di Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2019).
Menurutnya, peristiwa itu bermula diduga kuat saat proses "Blasting" atau peledakan batu oleh PT.MSS. Lantas dari ledakan itu mengenai rumah-rumah yang berada disekitar pemukiman warga. Sehingga warga marah dan berbondong bondong mendatangi pihak perusahaan guna meminta pertanggungjawaban.
"Dari hasil pengecekan di lapangan dan menurut keterangan saksi batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500 meter ke rumah warga yang ada dibawah gunung," katanya.
Sedangkan warga setempat, Azis (30) menuturkan sebanyak 6 rumah dan satu sekolah dalam keadaan rusak. Dari ringan hingga berat. Di lokasi kejadian pun terdapat 8 buah batu ukuran besar.
"Banyak sekali batu-batu yang menimpa bangunan sampai ke jalan," ujarnya.
Kesaksian Warga
Dodi Dores (37) satu diantara warga yang menyaksikan langsung peristiwa jatunya hujan bebatuan dari perbukitan. Hujan batu itu diduga kuat terjadi saat proses "Blasting" atau peledakan batu oleh PT.MSS.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, dua rumah warga mengalami kerusakan berat. Dari peristiwa tersebut, rumah Dodi Dores hampir keseluruhan hancur, hanya tersisa pada bagian depannya.
Meski tak ada korban jiwa manusia, seekor ayam tergeletak mati dekat sebuah batu berukuran cukup besar di bagian belakang rumahnya.
Sedangkan satu rumah lagi hampir serupa. Satu batu berukuran besar menimpa rumah tersebut. Kini, penghuni rumah tersebut tengah mengungsi. Sedangkan puluhan rumah, dan sekolah lainnya mengalami kerusakan ringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/batu-besar-timpa-rumah4.jpg)