Anak Anda Keranjingan Bermain Gadget? Waspada, Bisa Jadi Masalah, Begini Kata Psikolog

Peran keberadaan dan pengasuhan orang tua terhadap anak di masa kini sangat penting untuk tumbuh kembang karakter anak-anak di masa kini.

Anak Anda Keranjingan Bermain Gadget? Waspada, Bisa Jadi Masalah, Begini Kata Psikolog
net
Ilustrasi anak main gadget 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Peran keberadaan dan pengasuhan orang tua terhadap anak di masa kini sangat penting untuk tumbuh kembang karakter anak-anak di masa kini.

Tema pembangunan karakter anak dengan istiqomah di era globalisasi dengan dibarengi akhlak, jadi bahasan dalam seminar yang ‎digelar Darul Hikam di Jalan Banda, Kota Bandung, Sabtu (21/9/2019).

Seminar itu dihadiri ratusan orang tua. Ketua Komisi VIII DPR R‎I Sodik Mudjahir dan psikolog Elly Risman menjadi pembicara dalam seminar ini.

Kata Elly, perkembangan zaman saat ini meniscayakan anak-anak sudah mengenal ponsel pintar dan menggunakannya untuk menonton tayangan video Youtube. Bahkan beberapa anak sudah menggunakan media sosial.

"Ironisnya, hasil penelitian kami, ada anak usia 2-4 tahun sudah diperkenalkan dengan ponsel pintar atau gadget. Nonton Youtube, diajarin main games, dan bahkan dibuatkan akun media sosial," ujar Elly.

Psikolog Elly Risman saat jadi pembicara
Psikolog Elly Risman saat jadi pembicara (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Namun, kata Elly, banyak orang tua tidak menyadari dampak negatif dari membiarkan anak berlama-lama menggunakan ponsel.

"‎Itu jadi masalah bangsa kita dewasa ini. Bagaimana jadinya kelak anak-anak yang sejak dini diberi gadget. Memang Steve Jobs dan lainnya menganjurkan gadget dikenalkan pada balita. Akan ada kerusakan sel otak di anak kita jika dibiarkan terus," ujar Elly.

Ia mengingatkan orang tua untuk selalu mendampingi anaknya. Apalagi, anak balita berada di masa-masa pembentukan fondasi karakter. Karakter tersebut, harus dipupuk lewat budi pekerti dengan melibatkan orang tua, bukan ponsel.

"Masa kita mengajari anak dengan menyerahkannya di hadapan layar ponsel?" kata dia. Selain itu, pola komunikasi antara orang tua dengan anak juga harus diatur, termasuk pengaturan suara.

"Ibu-ibu pulang ke rumah nanti turunkan frekuensi suara saat ‎berkomunikasi dengan anak, baca bahasa tubuhnya supaya anak bisa leluasa berkomunikasi dengan orang tua," ujar Elly.

Sejalan dengan Elly, Sodik Mudjahir me‎ngatakan, kedudukan anak dalam Alquran sangat kuat.

Ia mengatakan bahwa dalam Alquran, anak sebagai amanah, nikmat, ujian, investasi akhirat hingga permata hati.

Ia mengilustrasikan pola pengasuhan anak dengan sebuah pohon yang harus berakar kokoh sehingga kuat meski diterpa badai. Kemudian pohon itu berbatang rimbun sehingga bisa jadi peneduh dan berbuah sepanjang massa.

"Pola pengasuhan anak juga harus seperti pohon tadi. ‎Di usia dini, anak harus memiliki akar atau fondasi akhlak yang kuat supaya mental dan jiwanya kokoh," ujar dia.

Kemudian kata dia, pengasuhan anak sedianya dengan mengacu pada Alquran. Kemudian dipupuk dengan ibadah dan akhlak rasul serta dijauhkan dari virus serta penyakit kemaksiatan.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved