Breaking News:

Mahasiswa Sedang Demo, Pedagang Asongan Ini Asyik Jual Mi Instan dan Air Mineral, Omzetnya Rp 4 Juta

Nur mengaku tak ingin melepaskan momen unjuk rasa untuk meraih keuntungan. Dia yang dibantu saudara kembali ke rumah untuk mengambil stok dagangan.

Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI)
Nur, pedagang asongan yang raih keuntungan dari aksi unjuk rasa di depan Istana Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019) 

Nur mengaku tak ingin melepaskan momen unjuk rasa untuk meraih keuntungan. Dia yang dibantu saudara kembali ke rumah untuk mengambil stok dagangan.

"Saya mau jualan lagi. Kebetulan rumah deket dekat dari sini jadi kalau habis ngambil, ini sudah kedua," kata Nur. "Kalau lihat untung hari ini sih maunya sih demo setiap hari," ujarnya  lalu tertawa.

Demo Mahasiswa

Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali digelar di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Mereka mengkritik sikap DPR dan pemerintah yang akan mengesahkan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana ( RKUHP).

“DPR ngawur karena mengesahkan undang-undang secara serba kilat, DPR mengkhianati kerja legislasi,” ujar Dino, perwakilan mahasiswa UKI di Gedung DPR melalui mobil orator, Selasa (24/9/2019).

Mahasiswa dari berbagai universitas datangi gedung DPR RI dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan, Selasa (24/9/2019).
Mahasiswa dari berbagai universitas datangi gedung DPR RI dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan, Selasa (24/9/2019). ((KOMPAS.com/WALDA MARISON))

Ia menilai UU KPK dan RKUHP hanyalah kepentingan segelintir orang. Sebab, sejumlah undang-undang yang dibahas DPR itu tanpa memperhatikan opini publik dan tak memperhatikan pembuatan undang-undang semestinya.

Dalam aksinya, perwakilan mahasiswa UKI, Trisakti, Paramadina, Universitas Trilogi, Indonesia Banking School, UNJ, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lampung, dan Universitas Pendidikan Indonesia membawa spanduk dan poster yang menunjukkan penolakan terhadap RKUHP.

Bahkan, mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “Dewan Pengkhianat Rakyat #Laksanakan Outing Class ke DPR atau MPR.” Mereka juga mebentangkan spanduk dengan tulisan “Gadjah Mada Menggugat Tuntaskan Reformasi" serta “Dewan Perampok Rakyat”.

Massa yang menolak pengesahan RKUHP ini semakin banyak dan memenuhi Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi di atas mobil komando.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved