Kesehatan
Mengenal Gejala-gejala Serta Cara Mengobati Lupus, Penyakit yang Diidap oleh Kim Kardashian
Mengenal Gejala-gejala Serta Cara Mengobati Lupus, Penyakit yang Diidap oleh Kim Kardahian
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
-Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama Lupus.
Dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) untuk mengurangi gejala ini seperti ibuprofen dan diclofenac.
Meski demikian, penderita Lupus sebaiknya waspada terhadap efek samping OAINS seperti perdarahan lambung, masalah pada ginjal, dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Untuk mencegah efek samping perdarahan lambung, dokter dapat memberikan obat tambahan untuk melindungi lambung.
Kortikosteroid. Kortikosteroid seperti methylprednisolone dapat mengurangi peradangan dengan cepat dan efektif.
Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita Lupus mengalami gejala yang parah atau sedang aktif. Pada tahap awal. obat ini akan diberikan dalam dosis tinggi.
Hydroxychloroquine. Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama Lupus seperti nyeri sendi dan otot, kelelahan, dan ruam pada kulit. Dokter umumnya akan menganjurkan konsumsi obat ini untuk jangka panjang.
Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya serangan gejala yang parah, mencegah aktifnya penyakit, dan mencegah munculnya komplikasi yang lebih serius.
Obat Imunosupresan. Cara kerja obat ini adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh.
• Tak Perlu Operasi, Begini Cara Mudah Menghilangkan Bopeng, Bisa Pakai Bahan Alami
• Sering Muncul Jerawat di Bibir? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, cyclophosphamide, dan methotrexate.
Jenis obat dan dosis yang diberikan kepada satu penderita lupus tidak sama dengan penderita lupus yang lain, dan dapat berganti dari waktu ke waktu tergantung dari gejala yang dirasakan dan tingkat keparahannya.
Ada baiknya jika anda selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan obat apa yang tepat untuk anda gunakan. (Tribuncirebon.com/Mutiara Erlanti)