WASPADA untuk Orangtua, Minuman Semprot Yang Biasa Dijual di SD, Ternyata Ada Kandungan Beracun

Orangtua khususnya di Jawa Barat yang mempunyai anak tingkat SD sepertinya harus waspada terhadap jajanan yang dikonsumsi anak

Tribunlampung.co.id/Bayu
Minuman Semprot Aneka Rasa Buah mengandung racun. 

Dikampung Ciseureuh terdapat juga penderita sebanyak 8 yang berobat ke petugas Puskesmas yang berada disekitar penduduk kampung tersebut.

"Menurut keterangan para petugas yang pernah menangani dan mengobati penderita, mereka tidak mengira jika hal tersebut merupakan suatu kejadian yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diperkirakan adalah keracunan pangan, sehingga mereka hanya berusaha untuk mengobati penderita yang datang untuk berobat. Perkiraan mereka hal tersebut dikarenakan hanya penyakit diare biasa," kata Irvan.

Irvan mengatakan, hasil investigasi Tim juga menjelaskan pada kejadian ini terdapat kasus yang meninggal sebanyak 2 orang. Dari hasil investigasi
seorang yang meninggal atas nama Ahmad (62 l) sebelumnya berobat ke perawat yang berlokasi disekitar rumah korban.

Menurut keterangan diduga korban sebelumnya mengonsumsi makanan yang sama dengan kasus pada kejadian ini, yaitu olahan pindang ikan mas yang dijual tersebut.

Korban mulai mengonsumsi pangan tersebut pada hari Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu yang bersangkutan datang untuk berobat pada hari Kamis (20/6/2019) pukul 13.00 WIB dengan gejala muntah, sesak, diare.

Gejala tersebut timbul pada pada hari itu juga sekitar jam 07.00 WIB. Dengan kondisi saat berobat itu korban disarankan untuk berobat lebih lanjut ke Puskesmas karena ada indikasi perlu perawatan.

Namun keluarga menolak untuk dirujuk. Pada hari Jumat (21/6/2019) sekitar 05.15 WIB yang bersangkutan meninggal dunia.

Tim juga menginvestigasi korban meninggal kedua atas nama Rindi (11), berdasarkan informasi dari petugas yang pernah manangani kasus bahwa korban sebelumnya mengkonsumsi pangan yang sama dikonsumsi kasus di atas.

Korban mengeluh muntah, diare, tidak mau makan, lemas, mulai hari Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Lalu Kamis (20/6/2019) pagi korban berobat ke Pa Yusuf seorang perawat Puskesmas Cidaun dan dilakukan pengobatan.

Sorenya sekitar pukul 18.00 WIB keluarga korban memanggil salah seorang perawat yang berlokasi di sekitar rumah korban untuk memeriksa kondisi korban.

Sehubungan petugas tersebut membutuhkan obat yang harus dibeli di apotik dan keluarga harus menunggu lama, akhirnya keluarga memanggil salah seorang bidan Desa Jayagiri.

Kondisi saat diperiksa oleh bidan tersebut korban dalam keadaan lemas karena dehidrasi. Melihat kondisi seperti itu korban dirujuk ke Puskesmas Sindangbarang, namun keluarga menolaknya.

Akhirnya korban dilakukan perawatan dirumah dengan pemberian rehidrasi Cairan Infus RL habis 2 labu.

Mempertimbangkan kondisi korban semakin buruk, akhirnya korban dirujuk ke Puskesmas Sindangbarang pada hari Jumat pagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas bahwa korban ditemukan gejala diare, mual tanpa disertai muntah, dan demam. Pada sore hari korban mengalami kejang dan diberikan obat antikejang yang diberikan secara injeksi.

Pihak Puskesmas memberikan penjelasan bahwa kondisi korban semakin memburuk sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit, namun keluarga pasien menolak. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved