Ibunda Fatir Ahmad Ngaku Sering Pingsan Saat Anaknya Meninggal Dipukul Temannya : 'Kangen Kamu De'
Ibunda Fatir Ahmad Ngaku Sering Pingsan Saat Anaknya Meninggal Dipukul Temannya : 'Kangen Kamu De'
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
"Ketika anak saya menceritakan di Rumah Sakit bahwa telah dipukul rahangnya oleh inisial I itu, saya langsung telepon orang tua I itu," ujar Ani, saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (9/9/2019).

Wanita yang sering disapa Ani itu menceritakan, saat ia menelepon orang tuanya bahwa anaknya telah memukul korban, orang tua inisial I mengelak.
Dia mengatakan, alasan mengelak karena orang tua I merasa bahwa yang memukuli korban tidak hanya anaknya.
"Ngelaknya ya gitu, merasa bahwa bukan cuma anaknya yang mukuli anak saya, harusnya kalau sudah sering melihat anak-anak berantem ya dipisahkan, jangan diam saja," ucap dia.
Ani juga menambahkan, saat kejadian pemukulan itu, sebenarnya ibu dari inisial I itu tahu bahwa anaknya sudah memukul korban.
Namun, menurut Ani, tak ada niatan untuk bertanya atau menghampiri korban untuk melihat kondisi setelah dipukul oleh inisial I.
• Kepergok Mesum di Dalam Ruangan, Oknum Kepala Sekolah dan Guru TK Digerebek Massa
"Waktu sore itu pas kejadian, temannya kan ngomong ke Ibunya (Ibu I) bahwa anaknya sudah memukul Fatir, tapi dia (ibunya) sama sekali tidak menghampiri untuk sekadar menanyakan kondisi, sama sekali tidak," kata Ani.
• Ibunda Fatir Ahmad Sempat Minta Pertanggungjawaban, Namun Keluarga Terduga Pelaku Mengelak
"Setelah ortunya ngelak terus, saya coba mengibaratkan kalau dibalik kayak gitu, anaknya yang jadi korban, dan anak saya jadi pelaku. Setelah itu mereka diam," ujarnya.
Diketahui, Fatir Ahmad korban bullying oleh teman sepermainannya di Bekasi beberapa waktu lalu, telah meninggal dunia pada 30 Agustus 2019 lalu.
Diduga, korban dibully dengan cara dipukul dan ditendang oleh temannya.
Korban sempat ditolak dirawat di dua lokasi
Sri Ani Lestari (38) merujuk anaknya ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Rujukan itu Ani lakukan karena di dua lokasi sebelumnya, yakni Rumah Sakit Bekasi dan Spesialis Ahli Urat menolak untuk merawat bocah tersebut.
Ibunda korban, Ani menjelaskan awalnya Rumah Sakit Polri tidak mengetahui gejala apa yang diderita oleh anaknya.
• Ditolak 2 Rumah Sakit, Fatir Ahmad Dibawa Ke RS Kramat Jati, Tapi Dokter Tak Tahu Penyakitnya Apa
Ia mengungkapkan, sampai 3 dokter tidak tahu apa yang menyebabkan anaknya kejang-kejang seperti itu.