Ini Cara yang Benar Menyimpan Daging Kurban Supaya Tetap Segar dan Sehat

yang penting mulai pemilihan, penyembelihan, pengambilan, penyimpanan, pengolahan, sampai dikonsumsi, harus benar dan sesuai standar jaga mutu

Ini Cara yang Benar Menyimpan Daging Kurban Supaya Tetap Segar dan Sehat
NET
Daging disimpan di kulkas. 

Laporan Wartawan Tribun, M Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM - Iduladha biasa disambut dengan meriah oleh hampir semua lapisan masyarakat. Baik yang berkurban maupun yang tidak berkurban, sama-sama akan memperoleh bagian daging dari panitia kurban di sekitar tempat tinggalnya.

Jika tidak diolah atau disimpan dengan benar, daging kurban ini akan bermasalah bagi kesehatan ketika disantap. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr Berli Hamdani, berbagi cara untuk mengolah dan menyimpan daging kurban secara sehat.

Pertama, daging kurban yang diterima haruslah sesuai dengan standar jaga mutu, minimal terlihat bersih, masih segar, dan dipastikan berasal dari hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan kesehatan.

Harus dipastikan juga bahwa panitia kurban melakukan pemilihan dan penyembelihan hewan kurban dengan baik, kemudian membungkusnya dengan besek, daun pisang, daun jati yang juga bersih, atau wadah food grade lainnya untuk diberikan kepada penerima daging kurban.

"Daging sapi atau daging merah lainnya, termasuk kambing dan domba, sama sehatnya. Yang penting dari pemilihan, penyembelihan, pengambilan, penyimpanan, pengolahan, sampai dikonsumsi, harus benar dan sesuai standar jaga mutu," kata Berli di Bandung, Sabtu (10/8).

Jika tidak langsung dimasak, daging harus disimpan dalam lemari pendingin dengan baik. Caranya, bagian daging dan jeroan harus terlebih dulu dipisahkan, kemudian disimpan dalam wadah food grade terpisah dalam lemari pendingin atau freezer.

Jika mendapat daging dalam jumlah banyak, pisahkan daging dalam wadah lebih kecil untuk ukuran sekali masak. Dengan demikian, daging dapat dipakai secara bertahap tanpa mengganggu daging lainnya yang masih tersimpan.

Pemilihan menu olahan daging pun, kata Berli, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan orang yang akan menyantapnya. Contohnya, menu bersantan seperti gulai atau olahan jeroan pastinya sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau kadar kolesterol dan asam urat tinggi dalam darah.

"Jika sedang tidak selera makan masakan daging, maka ini bukan berarti lauk hewaninya yang diganti. Cobalah untuk memiliki beberapa variasi resep daging yang lebih lezat, seperti stuffed beef vegetables, beef katsu, beef steak, atau beef curry," katanya.

Bingung Mau Bikin Olahan Iduladha? Nih Cobain Resep Rolade Daging Kari, Dijamin Bikin Nagih

Suka Memasak? Nih Resep Usus Sapi Masak Kemangi Cocok untuk Hidangan Iduladha Nanti

Nih Tips Memilih Domba untuk Hewan Kurban Saat Iduladha Nanti

Berli memperingatkan sejumlah penyakit yang kerap mengganggu kesehatan masyarakat saat Iduladha, yakni saat mengonsumsi olahan daging dengan tidak benar dan tidak memerhatikan kesehatannya.

"Penyakit yang sering menyerang masyarakat di saat Iduladha atau hari besar lainnya yang melibatkan aktifitas makan dalam jumlah banyak yaitu gangguan saluran pencernaan dan penyakit tidak menular, terutama warga yang sudah punya penyakit dan faktor risiko penyakit sebelumnya," katanya.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat di hari besar ini, Berli mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah melakukan promosi kesehatan terkait dengan konsumsi daging di fasilitas kesehatan maupun melalui media sosial. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved