Tak Ada yang Halangi Habib Rizieq Shihab untuk Pulang ke Tanah Air, Kepulangannya Justru Dinantikan

Menurut Dahnil, Habib Rizieq Shihab telah dua kali hendak bertolak dari Arab Saudi.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Rizieq 

"Kalau mau pulang, pulang saja," imbuhnya.

 Terbongkar, Rumah Mewah Barbie Kumalasari dan Galih Ternyata Bukan Milik Mereka & Cuma Pinjam

Abdul Kadir Karding menduga Habib Rizieq Shihab tidak pulang ke Indonesia karena bayang-bayang kasus yang menjeratnya.

Karena itu, jika tak merasa bersalah, ia menyarakan Habib Rizieq Shihab pulang saja ke Indonesia.

"Kalau tidak salah datang saja, pengadilan terbuka kok," ucapnya.

Respons PDIP pun Sama

Politisi PDIP, Masinton Pasaribu
Politisi PDIP, Masinton Pasaribu (Ferdinand Waskita/Tribunnews.com)

Politikus PDIP Masinton Pasaribu angkat bicara mengenai syarat rekonsiliasi dari partai Gerindra berupa pemulangan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Untuk diketahui Habib Rizieq Shihab tinggal di Arab Saudi karena menghadapi sejumlah perkara hukum di Indonesia.

Menurut Masinton Pasaribu tidak ada halangan bagi Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia.

"Seharusnya tidak ada kendala Habib Rizieq Shihab untuk kembali. Beliau pergi atas keinginan sendiri. Kalau kembali monggo silahkan atas niat sendiri," ujar Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menurut Masinton Pasaribu pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka bila Habib Rizieq Shihab ingin kembali.

Namun, untuk masalah hukum yang dihadapi Habib Rizieq Shihab ada mekanisme tersendiri yang tidak bisa diintervensi.

"Hukum punya mekanisme sendiri yang tidak boleh diintervensi siapa pun. Kemandirian dalam penegakan hukum harus dihormati. Perbuatan melawan hukum, bukan kriminalisasi," katanya.

Dalam menjalin rekonsiliasi menurut Masinton Pasaribu harus didasari keluhuran dan ketulusan dalam membangun persatuan sesama elemen anak bangsa.

Tidak ada niatan atau tujuan lain dalam rekonsiliasi.

"Maka rekonsiliasi itu harus membangun persatuan dan punya komitmen merajut ke Indonesia. Kalau ada umpamanya syarat-syarat, ya menurut saya rekonsiliasi harus dengan keluruhan, tidak ada lain selain untuk kepentingan bangsa," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved