Libur Lebaran 1440 H

Pendapatan Pedagang Pinggir Jalan di Jalur Pantura Menyusut di Arus Mudik Lebaran Tahun Ini

Pendapatan para pedagang di sejumlah ruas Jalur Pantura Kabupaten Indramayu menyusut hingga 70 persen di arus mudik lebaran 2019.

Pendapatan Pedagang Pinggir Jalan di Jalur Pantura Menyusut di Arus Mudik Lebaran Tahun Ini
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Lapak pedagang makanan di Jalur Pantura Kabupaten Indramayu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kertasemaya, Kamis (6/6/2019). 

Selain itu, dampak yang paling terasa karena menjamurnya pedagang musiman yang justru merusak citra para pedagang lama.

"Adanya Tol Cipali ya itu sih kebijakan pemerintah agar Jalur Pantura tidak terlalu macet, tapi yang jadi masalahnya di para pedagang musiman ini," ucapnya.

Diakui dia, para pemudik kapok mampir beristirahat di warung-warung pinggir jalan.

Kisah Maman Tukang Ganjal Ban Mobil, Tidak Mematok Bayaran Hanya Seikhlasnya

Mereka kapok lantaran harga yang dipatok para pedagang musiman dirasa sangat tidak wajar.

Disebutkan dia dari pengalaman pemudik, untuk satu porsi nasi goreng serta es teh manis pemudik harus membayar dengan harga Rp 55 ribu.

"Itu satu orang, bayangkan kalau mudiknya sama istri dan anak, satu kali makan bisa sampai ratusan ribu," ujarnya.

Selain itu, ada pemudik yang membeli es kelapa muda hingga harga Rp 30 ribu untuk satu buah kepala muda.

Padahal diakui Udin Saripudin, dirinya hanya menjual Rp 10 ribu per buah, karena harga beli dari pemasok hanya Rp 8 ribu saja.

Harga tersebut dinilai Udin Saripudin tidak masuk akal untuk sekelas warung pinggir jalan.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved