Jumat, 5 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Harga Emas

Harga Emas Antam Kini Sentuh Rp 2,3 Juta per Gram, Bisa Naik Hingga Rp 2,6 Juta per Gram

Harga emas diperkirakan masih bisa naik hingga akhir tahun ini. Harganya bisa Rp 2,6 juta per gram.

Tayang:
Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Gani Kurniawan
UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini. Harga emas bisa naik hingga Rp 2,6 juta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Beberapa pekan terakhir, harga logam mulia itu menembus level di atas USD 3.700 per troy ounce, posisi yang disebut-sebut sebagai salah satu titik tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas. 

Kondisi ini tak lepas dari gejolak global, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat hingga konflik geopolitik yang terus membayangi.

Menurut Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, dosen sekaligus pengamat ekonomi dari Universitas Islam Nusantara (Uninus), tren kenaikan ini bukanlah kebetulan. 

Dia menilai kombinasi antara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, lonjakan permintaan dari bank sentral, serta meningkatnya ketidakpastian global membuat emas kembali berfungsi sebagai aset pelindung yang paling dicari. 

“Setiap kali ketidakpastian meningkat, investor cenderung menambah porsi portofolio mereka pada emas,” ujarnya, kepada Tribunjabad.id, Selasa (30/9/2025).

Di pasar domestik, kata dia, dampaknya sudah jelas terasa.

Harga emas Antam kini menyentuh kisaran Rp 2,3 juta per gram, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun lalu yang masih berada di bawah Rp 1,5 juta per gram. 

Rizaldy menilai bahwa hingga akhir 2025, pergerakan emas di Indonesia akan sangat ditentukan oleh dinamika global dan nilai tukar rupiah. 

Dia menyebut, jika skenario optimistis terwujud, yakni penurunan suku bunga global berjalan lebih cepat dan dolar AS melemah signifikan, harga bisa menembus Rp 2,5 hingga 2,6 juta per gram. 

Namun dalam kondisi moderat, harga cenderung bertahan di kisaran Rp 2,3 hingga 2,45 juta per gram.

Sementara itu, lanjut dia, jika dolar kembali menguat dan inflasi global turun lebih cepat, harga bisa terkoreksi ke rentang Rp 2,15 hingga 2,3 juta per gram.

Meski bergerak fluktuatif, prospek emas secara umum masih condong ke arah penguatan.

Rizaldy menuturkan, arah suku bunga The Fed, pergerakan dolar, inflasi global, serta dinamika geopolitik akan menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan.

Selain itu, tren bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas juga akan memperkuat posisinya sebagai aset berjangka panjang. 

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved