Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Makan Bergizi Gratis di Cirebon

Ternyata InI Peran Besar Pelaku UMKM dalam Mendorong Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis

Peran Besar Pelaku UMKM dalam Mendorong Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

|
Dok. Tim MBG
Peran Besar Pelaku UMKM dalam Mendorong Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

TRIBUNCIREBON.COM- - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak, terutama dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh daerah.

Dalam program MBG, UMKM mempunyai peranan yang cukup besar terhadap kelancaran dan keberhasilan program MBG disetiap daerah.

Sosialisasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertempat di Hotel Batiqa Cirebon pada Kamis, (25/9). Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana program nasional ini dapat berjalan efektif serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Baca juga: EDAN! Harga Emas Hari Ini 6 Oktober 2025 di Bandung dan Cimahi Pecah Rekor Jadi Segini

Dalam kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Pelaku Usaha Daerah dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah KPPG Cirebon”, sejumlah narasumber menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan program ini.

Menurut Lia Nurliana, program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM lokal.

“Program ini bukan sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Ketika bahan baku dipasok dari pelaku UMKM lokal, maka perputaran ekonomi akan terjadi di tingkat masyarakat,” tutur Lia Nurliana.

Baca juga: Marc Klok Sebut Laga Hadapi Arab dan Irak Akan Sulit, Singgung Soal Melawan Frans Putros

Kemudian, Atin Yuningsih, menjelaskan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada partisipasi aktif UMKM di daerah. Untuk itu pelaku UMKM perlu mendapat pelatihan agar keberlansungan program MBG dapat berjalan lancar.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan melibatkan mereka dalam pengadaan bahan pangan, katering sekolah, hingga distribusi produk, kita menciptakan sistem yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Ir. I Ketut Sukanata, M.M, yang menilai bahwa keberadaan UMKM akan memperkuat rantai pasok pangan lokal.

Baca juga: Perkuat Irak, Frans Putros Sebut Laga Lawan Timnas Indonesia Tak Akan Mudah, Singgung Soal Sejarah

“Kita harus memastikan produk yang disajikan dalam program MBG berasal dari produksi lokal. Ini sekaligus menjadi peluang bagi UMKM untuk naik kelas, meningkatkan kualitas, dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Program MBG sendiri bertujuan menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan bergizi, manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Sekda Aeron Randi Jadi Ketua Satgas MBG Kabupaten Majalengka, Ini Struktur Lengkapnya

Menanggapi, Rina Nur Azizah, menekankan bahwa sinergi pemerintah dan UMKM menjadi kunci utama. Program MBG tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa bantuan langsung dari para pelaku UMKM dan juga masyarakat lokal.

“Setiap porsi makanan bergizi yang sampai ke tangan anak-anak sekolah adalah hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal,” pungkasnya.

Melalui program ini, diharapkan muncul efek ganda (multiplier effect) yang signifikam untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengakselerasi pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved