Bupati Eman: Perbaikan Jalan di Majalengka Terkendala Aturan dan Anggaran
Bupati Majalengka meminta warga bersabar terkait perbaikan jalan rusak.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Ringkasan Berita:
- Bupati Majalengka Eman Suherman meminta masyarakat bersabar terkait perbaikan jalan rusak yang dilakukan bertahap.
- Pemerintah daerah menghadapi kendala penurunan APBD dari Rp3,5 triliun menjadi Rp2,9 triliun.
- Pemkab Majalengka menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur mencapai 95 persen pada tahun 2026.
- Sebanyak 100 paket pekerjaan dari total 284 titik pembangunan jalan dan jembatan telah mulai dikerjakan.
Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka Eman Suherman meminta masyarakat bersabar terkait perbaikan jalan rusak yang belum seluruhnya terselesaikan.
Menurutnya, pemerintah daerah terus bergerak memperbaiki infrastruktur, namun pelaksanaannya harus mengikuti aturan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Eman mengatakan, kritik masyarakat terhadap kondisi jalan rusak merupakan hal yang wajar. Sebab, infrastruktur menjadi salah satu pelayanan dasar yang paling dirasakan langsung oleh warga.
"Kalau rakyat melihat jalan rusak lalu mengkritik, itu wajar. Kita akan buktikan dengan program dan pekerjaan nyata," kata Eman di Pendopo Majalengka, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan jalan tidak bisa dilakukan sekaligus karena pemerintah daerah terikat aturan pengadaan dan lelang proyek.
Meski ingin bergerak cepat, setiap pekerjaan harus melalui tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya ingin bergerak cepat menyelesaikan jalan-jalan rusak. Tapi ada aturan lelang dan prosedur yang harus dipatuhi. Di satu sisi rakyat meminta percepatan, di sisi lain pemerintah harus mengikuti mekanisme yang ada," ujarnya.
Selain aturan, Pemkab Majalengka juga menghadapi tekanan fiskal. Eman mengungkapkan, APBD Majalengka mengalami penurunan dari sekitar Rp3,5 triliun pada beberapa tahun lalu menjadi Rp2,9 triliun saat ini.
Akibatnya, anggaran infrastruktur juga ikut menurun drastis. Jika sebelumnya anggaran infrastruktur bisa mencapai Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar per tahun, kini hanya sekitar Rp 74 miliar.
Meski demikian, Pemkab Majalengka terus mencari sumber pendanaan lain agar pembangunan tetap berjalan. Salah satunya dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.
"Kalau tidak bisa didanai APBD, kita mencari bantuan ke provinsi dan pusat. Yang penting kebutuhan masyarakat bisa terjawab," katanya.
Pada tahun 2026, terdapat 248 titik pembangunan jalan dan jembatan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Hingga saat ini, sekitar 100 paket pekerjaan dari total 284 titik pembangunan telah dikerjakan secara bertahap.
Sejumlah ruas jalan yang sudah diperbaiki antara lain Jalan Sukapancar–Sarimanik–Gunungmanik, Jalan Cibodas–Candana, Jalan Margamukti–Cangkuang, Jalan Mekarraharja–Campaga, hingga Jalan Rajagaluh Kidul–Kumbung.
| APBD Menyusut Rp 600 Miliar, Bupati Majalengka Cari Dana Pembangunan Infrastruktur Hingga ke Pusat |
|
|---|
| Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, 1.278 Petugas Sisir Seluruh Majalengka Secara Door to Door |
|
|---|
| Bupati Eman Genjot Infrastruktur, 100 Paket Jalan di Majalengka Sudah Dikerjakan, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Majalengka Lampaui Jabar dan Nasional, Quick Wins Pacu Pembangunan Langkung Sae |
|
|---|
| Pemkab Majalengka Kini Punya Program Desa Cantik, di Tiap Kecamatan Ada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/TINJAU-SEKOLAH-Bupati-Majalengka-Eman-Suherman-turun-langsungD.jpg)