Kamis, 11 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Penipuan Dam dan Badal Haji

Dugaan Penipuan Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kementerian Haji Gandeng Polda Periksa KBIHU

Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat menggandeng Polda untuk mengusut dugaan penipuan pembayaran dam dan badal haji.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
PEMERIKSAAN - Pemeriksaan dugaan penipuan pembayaran dam dan badal haji yang melibatkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dugaan penipuan pembayaran dam dan badal haji yang melibatkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Jawa Barat mulai memasuki tahap pendalaman.

Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Polda Jawa Barat untuk mengusut laporan yang disampaikan sejumlah jemaah haji.

Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah jemaah mempertanyakan pelaksanaan dam dan badal haji yang sebelumnya telah mereka bayarkan melalui penyelenggara.

Dugaan pelanggaran itu pun menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan setiap laporan jemaah berlalu tanpa tindak lanjut.

Menurut Boy, saat ini pihaknya bersama penyidik Polda Jawa Barat tengah melakukan klarifikasi terhadap berbagai pihak yang diduga mengetahui pelaksanaan dam dan badal haji yang menjadi pokok persoalan.

"Kami bersama Polda Jawa Barat serius menangani laporan yang disampaikan para jemaah terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu KBIHU di Jawa Barat," ujarnya di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, proses yang berjalan saat ini masih berupa pengumpulan informasi dan pendalaman fakta mengenai pelaksanaan dam serta badal haji selama di Arab Saudi.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah seluruh proses telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku atau terdapat penyimpangan yang merugikan jemaah.

Boy menegaskan, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut. Karena itu, seluruh pihak diminta memberikan keterangan yang jujur dan lengkap agar proses penyelidikan berjalan objektif.

"Kami meminta para jemaah dan pihak KBIHU memberikan keterangan yang sebenar-benarnya sehingga fakta yang terjadi bisa terungkap secara jelas," katanya.

Baca juga: RSUD Cideres Jadi Rumah Sakit Rujukan Jamaah Haji di BIJB Kertajati, 2 Pasien Langsung Dirawat

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved