Minggu, 3 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Bupati Ungkap Dugaan Kelemahan Konstruksi SD Mirat III, Minta Pengawasan Proyek Diperketat

Dugaan kesalahan konstruksi muncul dalam peristiawa ambruknya atap ruangan kelas di Majalengka.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
TINJAU SEKOLAH - Bupati Majalengka, Eman Suherman, turun langsung meninjau lokasi ambruknya tiga ruang kelas di SDN Mirat III, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jumat (1/5/2026). Turut hadir Kadisdik Majalengka Umar Maruf, Kadis PUTR Agus Permana, Kabid SD Asep Fajar dan sejumlah pejabat lainnya 

Laporan Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka Eman Suherman menyoroti dugaan kelemahan konstruksi bangunan SDN Mirat III, Kecamatan Leuwimunding, yang ambruk setelah diguyur hujan deras.

Hal itu disampaikan Eman usai meninjau langsung lokasi bersama jajaran Dinas PUTR, Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan, dan BKAD, Jumat (1/5/2026).

Eman mengaku ingin memastikan langsung kondisi di lapangan setelah menerima laporan ambruknya atap bangunan sekolah yang dibangun pada 2021 tersebut.

“Saya datang untuk memastikan kabar yang saya terima. Saya cek langsung, saya tanya kronologisnya. Bangunan ini baru sekitar lima tahun, tapi sudah ambruk,” ujar Eman.

Menurutnya, hujan deras dengan durasi panjang memang menjadi pemicu utama.

Namun, ia menilai ada indikasi konstruksi yang tidak cukup kuat menahan beban.

“Kalau melihat kondisi, konstruksinya sudah tidak tangguh menahan beban. Apalagi kalau jarak kuda-kuda lebih dari satu meter dengan ketebalan baja ringan di bawah standar, ini harusnya sudah diantisipasi,” katanya.

Eman juga menyinggung penggunaan material atap yang dinilai cukup berat, sehingga menambah beban struktur bangunan.

“Kalau gentengnya berat, sementara rangkanya tidak kuat, ya risikonya tinggi. Ini yang harus jadi perhatian ke depan,” tegasnya.

Ia meminta kejadian ini menjadi evaluasi menyeluruh bagi semua pihak, terutama pengawas proyek dan pihak sekolah agar lebih jeli dalam memantau kondisi bangunan.

“Pengawas harus lebih ketat. Ini jangan sampai terulang. Jangan saling menyalahkan setelah kejadian, tapi dari awal harus diawasi dengan benar,” ujarnya.

Terkait kemungkinan sanksi, Eman menyerahkan kepada instansi teknis dan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pendalaman jika diperlukan.

“Saya persilakan kalau mau didalami. Yang penting sekarang, kita pastikan ke depan tidak terjadi lagi,” katanya.

Ia juga mendorong penggunaan material konstruksi yang memiliki jaminan kualitas dan garansi agar keamanan bangunan lebih terjamin.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved