Jumat, 1 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dirut PT SMU Majalengka Benahi Internal dan Pangkas 20 Karyawan: Bisnis Non-Budgeter Tetap Jalan

Di tengah sorotan mengenai kinerjanya, Dirut PT SMU Majalengka memberikan jawaban.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
Direktur Utama PT SMU Majalengka, Iyan Kurniawan, saat di kantornya. 

Selain efisiensi, kata Iyan, pembenahan juga dilakukan pada sistem manajemen risiko dan tata kelola perusahaan. Ia menegaskan seluruh karyawan PT SMU merupakan tenaga profesional tanpa keterlibatan kepentingan organisasi maupun politik.

Menurut Iyan, langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah perusahaan diterpa persoalan internal.

Di sisi bisnis, Iyan menyebut pihaknya memilih tidak menunggu suntikan modal dari pemerintah daerah. Perusahaan justru menggenjot usaha non-budgeter dengan membuka kerja sama bersama investor.

“Kita tidak cengeng, tidak menunggu penyertaan modal. Kita jalan dengan peluang yang ada,” ujarnya.

Sejumlah unit usaha yang saat ini berjalan di antaranya Aspal Mixing Plant, apotek Silih Asih, hingga sektor energi melalui distribusi gas alam ke industri di wilayah Sumberjaya. Selain itu, skema kerja sama operasional (KSO) yang dijalankan mulai memberikan hasil.

Tak hanya sektor industri, PT SMU juga akan masuk ke pengembangan wisata berbasis edukasi. Program study tour lokal menjadi salah satu inovasi yang tengah disiapkan, dengan konsep wisata sejarah ke Museum Talaga Manggung, Pendopo Majalengka, hingga destinasi lainnya.

Konsep ini tidak hanya menawarkan edukasi, tetapi juga terintegrasi dengan pemberdayaan UMKM lokal, khususnya dalam penyediaan konsumsi.

“Nanti wisata itu kita kaitkan dengan UMKM, termasuk konsumsi. Jadi ada dampak ekonomi langsung ke masyarakat,” katanya.

Belum RUPS

Meski berbagai lini usaha mulai berjalan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum bisa dihitung dalam waktu dekat. Hal itu karena perusahaan belum genap satu tahun berjalan dan belum melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“PAD itu tahunan. Kita juga belum RUPS, jadi belum bisa dihitung sekarang,” ujar Iyan.

Dengan kombinasi pembenahan internal, pemotongan anggaran, efisiensi karyawan dan bisnis baru non-budgeter, Iyan menargetkan kinerja sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.

“Kita ingin ‘Majalengka Langkung Sae’ seperti visi Pak Bupati, Pak Eman. PT SMU juga harus lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Majalengka Soroti Kinerja PT SMU, Bandingkan dengan BPR yang Berprestasi

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved