Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Majalengka Hari Ini

Menikmati Legen Khas Banjaran Majalengka, Bupati Eman Bernostalgia Langsung dari Sumbernya

Menikmati Legen Khas Banjaran Majalengka, Bupati Eman Bernostalgia Langsung dari Sumbernya

Tayang:
Tribuncirebon.com/Dok. Tim Bupati Majalengka
Bupati Majalengka Eman Suherman saat meneguk legen di tengah kehijauan hutan pinggiran Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Kontributor, Adim Mubaroq 


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di tengah kehijauan hutan pinggiran Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Bupati Majalengka Eman Suherman menemukan cara sederhana namun penuh makna untuk menyembuhkan rindu kampung halaman, seraya berjalan bersama keluarga, Eman meneguk legen langsung dari sumbernya.

Eman saat berjalan menikmati alam di kampungnya, bertemu dengan sejumlah masyarakat yang memawa Legen. Legen, cairan manis yang keluar dari tandan bunga pohon palma seperti aren atau siwalan, dikenal di banyak wilayah Pulau Jawa sebagai minuman tradisional alami yang menyegarkan. 

"Pulang kampung selalu punya caranya sendiri untuk menyembuhkan rindu. Hari ini saya kembali menapaki jalan kecil menuju hutan, dan tampaknya masih seperti dulu, di sana masih ada pohon aren yang setia meneteskan legen segarnya," kata Eman dalam akun media sosialnya dikutip, Senin (22/12/2025). 

Baca juga: UMK Indramayu 2026 Mengalami Kenaikan 4,15 Persen Menjadi Rp 2.910.254

Nama “legen” sendiri disebut berasal dari bahasa Jawa legi yang berarti manis, mencerminkan rasa khas minuman ini yang berasal dari nira atau getah pohon palem yang disadap tanpa melalui pemrosesan rumit.

Eman mengaku menemukan kembali spot hutan yang dulu sering ia kunjungi, di mana sejumlah pohon aren setia meneteskan nira segarnya. Dengan cara tradisional, getah manis ini disadap ke dalam bambu dan langsung dinikmati di alam terbuka, tanpa dimasak atau ditambahkan bahan apa pun.

"Minum legen langsung dari sumbernya, tanpa digodok, di tengah sejuknya hutan, rasanya seperti meneguk kenangan. Sederhana, murni, dan jujur," tuturnya. 

Legen yang dinikmati Bupati di hutan Majalengka merupakan bentuk paling murni dari tradisi konsumsi nira di pedesaan: disadap langsung, ditampung dalam bambu, lalu dinikmati tanpa berlama-lama. Proses ini menggambarkan bagaimana masyarakat lokal menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam secara sederhana namun penuh nilai budaya.

Baca juga: Rekomendasi 10 Destinasi Wisata Seru di Bogor untuk Liburan Akhir Tahun


"Kadang kita pergi jauh mencari hal besar, padahal yang membuat hati tenang justru hal-hal kecil yang tumbuh di kampung halaman. Pulang sebentar, tapi selalu penuh cerita," kata Eman.

Eman menekankan bahwa dalam kesederhanaan itulah terkadang kita menemukan ketenangan hati yang selama ini dicari dalam kehidupan modern yang serba cepat. 

“Kadang kita pergi jauh mencari hal besar, padahal yang membuat hati tenang justru hal-hal kecil yang tumbuh di kampung halaman,” pungkasnya. 

Baca juga: Rekomendasi 5 Playground Favorit Anak di Bogor, Ada Mandi Bola hingga Flying Fox

Manfaat Legen

Legen tidak hanya sekadar minuman lokal - cairan nira yang berasal dari pohon aren (Arenga pinnata) memiliki sejarah panjang dalam tradisi kuliner nusantara. Di berbagai daerah, nira ini dimanfaatkan menjadi minuman segar, gula aren, atau bahan baku lain. 

Minuman yang umumnya diambil dari bunga pohon aren atau siwalan ini memiliki rasa manis alami yang lembut dan segar, serta kaya mineral seperti kalium, kalsium, dan vitamin tertentu. Hal ini membuatnya bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga diminati sebagai minuman tradisional yang menyegarkan dan bergizi.

 

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved