Selasa, 5 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Majalengka Hari Ini

Ini Efek Cuaca Panas Ekstrem yang Melanda Majalengka hingga Akhir Oktober 2025

Suhu udara di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dalam beberapa hari terakhir mencapai level tinggi.

Tayang:
Istimewa
Ini Efek Cuaca Panas Ekstrem yang Melanda Majalengka hingga Akhir Oktober 2025 

Laporan Kontributor, Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA-– Warga Majalengka mengeluhkan cuaca panas ekstrem yang terus dirasakan dalam beberapa minggu terakhir. Suhu siang hari terasa menyengat, bahkan sebagian warga menyebut baru kali ini merasakan panas seterik ini.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di Majalengka, baru kali ini merasakan cuaca sepanas ini, terutama di Cigasong,” ujar M. Ibin Nugraha, warga Perum BCA, Kecamatan Sukahaji, Rabu (15/10/2025).

Hal senada disampaikan Ibrahim Thalib, warga Majalengka Kulon. Menurutnya, hawa panas sudah dirasakan sejak lebih dari satu bulan terakhir.

Baca juga: Suhu Udara di Majalengka Tembus 37,6°C, BMKG: Akibat Posisi Matahari di Atas Jawa

“Ya betul, panas sekali. Siang hari bahkan terasa seperti di dalam oven,” katanya.

Menanggapi fenomena ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati mencatat suhu maksimum mencapai 37,6 derajat Celsius, dan kondisi panas ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025.

Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara ini dipicu oleh pergerakan posisi Matahari yang kini berada tepat di atas wilayah Jawa.

Baca juga: Harga Emas Antam di Sumedang dan Subang Hari Ini 16 Oktober 2025 Makin Ganas Jadi Segini

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga hidrasi tubuh, menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, dan memperbanyak konsumsi air putih.

“Kondisi panas ekstrem meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion),” imbau Dyan.

Sementara Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem dipicu oleh pergeseran semu Matahari ke selatan Indonesia dan kondisi minim awan hujan.

“Saat ini Indonesia masih dalam musim pancaroba. Minimnya tutupan awan membuat sinar Matahari langsung menembus tanpa hambatan, sehingga suhu terasa jauh lebih panas,” ujarnya.

Baca juga: Suhu Udara di Majalengka Tembus 37,6°C, BMKG: Akibat Posisi Matahari di Atas Jawa

Menurut Dwikorita, radiasi Matahari meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan akan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring masuknya musim hujan.

“Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, bersamaan dengan peningkatan tutupan awan dan masuknya musim hujan,” jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam di Sumedang dan Subang Hari Ini 16 Oktober 2025 Makin Ganas Jadi Segini

BMKG juga memantau potensi fenomena La Niña lemah yang akan meningkatkan curah hujan di Indonesia mulai November hingga Januari 2026.

“Fenomena La Niña dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah dengan suhu laut hangat, terutama di bagian barat dan tengah Indonesia,” ujar Dwikorita.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved