Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Majalengka Surplus 160 Ribu Ton Padi dan 133 Ribu Ton Jagung, Bisa Suplai ke Daerah Lain

Bupati Eman menegaskan bahwa sektor pertanian di Majalengka masih mencatat surplus, terutama pada komoditas padi dan jagung. 

Tayang:
Istimewa
PANEN RAYA - Bupati Majalengka, Eman Suherman, bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menghadiri Panen Raya Padi Musim Tanam II yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur di Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/9/2025). 

Laporan Kontributor TribunCirebon.com di Majalengka,Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA – Momentum Hari Tani Nasional 2025 menjadi ajang penting bagi sektor pertanian di Kabupaten Majalengka

Bupati Majalengka, Eman Suherman, bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menghadiri Panen Raya Padi Musim Tanam II yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur di Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eman menegaskan bahwa sektor pertanian di Majalengka masih mencatat surplus, terutama pada komoditas padi dan jagung. 

“Pertanian di Majalengka surplus, terutama pada padi dan jagung. Hal ini didukung oleh lahan yang subur serta sistem irigasi yang baik. Produksi kita melebihi kebutuhan lokal, sehingga bisa menyuplai ke wilayah luar Majalengka,” kata Eman dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025). 

Menurutnya, produksi terbesar berasal dari Kecamatan Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran.

Surplus padi dan jagung ini memperkuat posisi Kabupaten Majalengka sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Barat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. 

“Momentum Hari Tani Nasional ini menjadi bukti nyata bahwa petani Majalengka mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memberi kontribusi bagi Jawa Barat dan nasional,” ungkap Eman.

Data tahun 2024 mencatat produksi gabah di Majalengka mencapai 160.000 ton. Jumlah tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan Jawa Barat.

Baca juga: Pupuk Organik Buatan Usman Bikin Sawah di Cirebon Hasilkan 1,2 Ton Padi per Seperempat Hektare

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman menambahkan saat ini luas lahan pertanian mencapai 30.996,42 hektare.

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) terluas berada di Kecamatan Ligung dengan 3.218,19 hektare, disusul Kecamatan Jatitujuh 2.118,11 hektare dan Lemahsugih 1.965,65 hektare. 

“Meski sebagian lahan di wilayah utara sudah beralih fungsi menjadi pabrik dan perumahan, capaian produksi padi tetap surplus,” ujarnya.

Selain padi, Kabupaten Majalengka juga mencatat surplus jagung. Tahun ini, target produksi jagung mencapai 133.839 ton dari luas areal tanam 18.456 hektare. Pada 2023, produksi jagung tercatat 112.486 ton, meningkat menjadi 132.246 ton pada 2024. 

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, juga memberikan apresiasi tinggi kepada petani atas kerja keras mereka menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, berkat kontribusi petani, Indonesia pada 2025 berhasil mencapai swasembada beras. 

"Petani adalah pejuang bangsa di sektor pangan. Indramayu menjadi salah satu lumbung padi nasional dengan kontribusi luar biasa. Kehadiran saya di sini adalah bentuk penghormatan dan dukungan pemerintah kepada para petani yang tetap gigih berproduksi meski menghadapi tantangan iklim dan serangan hama,” ujar Sudaryono. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved