Kamis, 11 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Khutbah Jumat

Teks Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memahami Makna Islam Rahmatan Lil Alamin

Dikutip dari baznas.go.id, mendengarkan khutbah merupakan amalan yang membuat hari Jumat menjadi spesial.

Tayang:
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Jami Al Hidayah Desa Jengkok, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/4/2024). 

TRIBUNCIREBON.COM - Khutbah Jumat selalu disampaikan ketika ibadah shalat Jumat dilaksanakan.

Dikutip dari baznas.go.id, mendengarkan khutbah merupakan amalan yang membuat hari Jumat menjadi spesial.

Khutbah berasal dari bahasa Arab khotbah yang memiliki arti 'pidato' atau 'ceramah'.

Khutbah Jumat: Reaktualisasi Makna Islam Rahmatan Lil'Alamin
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.، أَمَّا بَعْدُ: فَيَأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. وَقَالَ تَعَالَى: يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.  . صَدَقَ اللهُ الْعَظِيمِ.
Puji Syukur kita sanjungkan ke Hadlirat Allah SWT Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah memperkenankan kita dapat melangkahkan kaki kita ke  tempat yang Mulia yang penuh dengan keberkahan ini, untuk melaksanakan salah satu kewajiban kita Shalat Jumat berjamaah. Semoga apa yang kita kerjakan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal shalih yang akan kita petik di Yaumil Qiyamah nanti.

Shalawat serta salam semoga tercurah limpah pada Jungjungan kita Ustadznya sekalian Manusia yakni Nabi Muhammad SAW, juga kepada Para Keluarga, sahabat serta umatnya hingga hari akhir, termasuk kita selaku umatnya yang senantiasa berusaha mengamalkan setiap ajarannya.

Selanjutnya, Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada Jamaah sekalian, mari bersama-sama untuk terus menerus meningkatkan Qualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan terus menerus melaksanakan Apa yang telah diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.

Memasuki  bulan Rajab tahun 1445 H ini, Izinkan Khatib untuk mengajak jamaah untuk bersama-sama menelisik kembali akan hakikat makna Islam Rahmatan Lil Alamin.yang kemudian melaksanakannya dalam kehidupan. Menurut hemat khatib, hal ini sangat relevan untuk dikemukakan saat ini, mengingat bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan yang  dimuliakan oleh Allah SWT, sebagaimana dipahami mufassir dari firman Allah SWT  QS. At-Taubah [9]: 36 dan al-Baqarah [2]: 194.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ 
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah [9]: 36)

Dan Firman Allah SWT, 

اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ 
“Bulan haram dengan bulan haram dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (al-Baqarah [2]: 194)

Merujuk pandangan para Mufassir Bulan Rajab termasuk salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan Allah SWT tersebut. Dimana pada Bulan Rajab di dalamnya dianjurkan untuk mulai melipatgandakan amal saleh, baik yang bersifat pribadi seperti puasa sunnah maupun yang bersifat sosial, seperti menjalin silaturahim, mengurai dan menyelesaikan problem sosial, dan lain-lain. Hal ini relevan juga untuk diingatkan kembali, karena kita sebagai bangsa Indonesia mulai memasuki tahun politik, yang kadang membuat lupa arti pentingnya persaudaraan, terutama persaudaraan sesama anak bangsa atau ukhuwwah wathaniyah.

Kita semua harus terus mengingat tentang hakikat dari makna Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai agama yang di bawa oleh Rasulullah SAW yang memang diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat yang luas dan besar bagi semesta alam atau Muhammad diutus sebagai bukti rahmat Allah bagi semesta alam. Sebagaimana di tegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya,

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ 
“Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al Anbiya [21] : 107)

Allah SWT tidak membiarkan manusia hidup tanpa pegangan dan tuntunan sehingga terjerumus dalam jurang kenistaan dan jatuh pada titik puncak kehinaan. Untuk itulah, sebagai bukti kasih dan sayang-Nya, Allah SWT mengutus para rasul di tengah-tengah masyarakat. Para rasul inilah, termasuk Nabi Muhammad SAW yang membuka jalan petunjuk agar manusia dapat membangun kehidupannya dengan penuh cinta dan kedamaian, tanpa kekerasan, penuh keadilan tanpa diskriminasi dan perundungan, penuh toleransi dan tanpa kekerasan. Nabi Muhammad juga dikenal sebagai sosok nabi rahmah, nabi yang penuh kasih sayang. Bagaimana tidak, sosoknya tak henti dipuji dan kehidupannya tak kering dipelajari, meskipun pada saat yang sama, hinaan padanya juga terus terjadi dan bahkan sebagiannya diabadikan dalam kitab suci yang ia terima dari Rabbul izzati.

Sebagai, seorang manusia, Nabi Muhammad SAW pernah mengalami juga apa yang dialami manusia pada umumnya, seperti rasa kesal, gusar, kecewa, bingung, lelah, sedih, senang, dan lain-lain. Namun sisi manusiawi ini tidak menghilangkannya sebagai sosok teladan, sebagai role of Model sejatinya kehidupan manusia, seperti dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, Qur'an Surat Al-Ahzab [33] ayat 21 :

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved