Kamis, 11 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tahun Baru Islam

NASKAH Khutbah Jumat Besok 12 Juni 2026: Bulan Muharram Datang Membawa Keberkahan

Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yang menjadi titik awal penanggalan kalender Hijriah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sartika Harun | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
tribun
TAHUN BARU ISLAM 1447 H - 30 Kata-kata Religi Sambut Tahun Baru Islam 2025 Penuh Makna dan Doa Bagikan di Sosmed 27 Juni 

Ringkasan Berita:
  • Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
  • Datangnya Muharram dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal ibadah, memperbanyak sedekah, berpuasa sunnah, serta mempererat hubungan dengan sesama.
  • Tahun Baru Islam mengajarkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Umat Muslim diharapkan menyambut Muharram dengan penuh rasa syukur.

TRIBUNCIREBON.COM - Umat Islam segera memasuki Bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.

Kehadiran bulan ini menjadi penanda pergantian tahun baru Islam sekaligus momen yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, seperti berdoa, bersedekah, berpuasa sunnah, serta mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga maupun sesama.

Baca juga: Tsunami Pendidikan di Jabar? Pengamat Cirebon Sebut Banyak Siswa SMP Sudah Kena Mental

Pergantian tahun Hijriah juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesalahan, memperkuat tekad dalam menjalankan kebaikan, dan menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Selain menjadi awal tahun baru Islam, Muharram mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya semangat hijrah, yakni berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih positif dan bermanfaat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan datangnya Bulan Muharram, umat Islam diajak menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan optim

Baca juga: Teks Khutbah Jumat Pekan Ini: Shalat sebagai Tiang Agama dan Penenang Jiwa

Naskah Khutbah Jumat Menyambut 1 Muharram
Khutbah 1

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Maasyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Menjadi sebuah kewajiban bagi kita sebagai hamba Allah untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur kita biqauli Alhamdulillahirabbilalamin atas anugerah berbagai kenikmatan yang tak bisa kita hitung satu persatu ini. Nikmat yang telah kita nikmati dalam kehidupan selama ini harus menjadikan kita pribadi yang pandai bersyukur dan pandai berterima kasih. Dengan sikap ini, insyaallah nikmat ini akan terus bisa kita nikmati dan lebih dari itu akan senantiasa ditambah oleh Allah. Sebagaimana firmannya:

 لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS Ibrahim: 7)

Sebelum mengawali pemaparan materi khutbah ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah Jumat untuk senantiasa meningkatkan, menguatkan, dan mengimplementasikan ketakwaan kepada Allah swt dalam setiap detik kehidupan ini. Wasiat takwa ini menjadi kewajiban untuk disampaikan oleh khatib kepada jamaah dan menjadi salah satu rukun khutbah yang jika tidak disampaikan, maka tidak sempurnalah khutbah Jumat yang dilakukan dan berdampak pada ketidakabsahannya rangkaian ibadah shalat Jumat.

Adapun tolok ukur, apakah kita termasuk orang yang bertakwa atau tidak, adalah kemampuan kita untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan ini bukan hanya ada di lisan saja namun terukur dari kesesuaian mulut dan perbuatan. Bisa saja kita tahu sesuatu itu dilarang olah Allah. Bisa saja kita fasih mengatakan hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama. Namun jika ternyata lain di mulut lain, lain di hati, dan lain di kenyataan, maka ketakwaan kita patut diragukan.

Maasyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved