Khutbah Jumat
NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini: Pelengkap Ibadah yang Bikin Pahala Makin Maksimal
Seperti diketahui bersama, bahwa saat ini umat muslim masih diliputi suasana Idul Fitri setelah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Penulis: Sartika Harun | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Teks khutbah Jumat untuk bulan Syawal 2025 ini disusun khusus untuk membimbing umat Muslim dalam menjaga momentum spiritual pasca-Ramadhan.
- Mengingat saat ini masyarakat masih berada dalam hangatnya suasana Idulfitri, materi yang disuguhkan berfokus pada refleksi diri dan konsistensi ibadah setelah menunaikan puasa sebulan penuh
- Khutbah ini hadir sebagai panduan praktis bagi khatib untuk menyampaikan pesan-pesan bermakna mengenai peningkatan takwa yang berkelanjutan di bulan Syawal.
TRIBUNCIREBON.COM - Kami menghadirkan contoh naskah khutbah Jumat untuk bulan Syawal 2025 yang dapat digunakan sebagai referensi dalam penyampaian ceramah salat Jumat.
Sebagaimana diketahui, umat Islam saat ini masih merasakan suasana Idul Fitri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Karena itu, terdapat sejumlah materi penting yang layak disampaikan dalam khutbah Jumat pada bulan Syawal.
Berikut ini disajikan teks khutbah Jumat bulan Syawal yang dapat dijadikan bahan ceramah.
Puasa Syawal, Menutup Kekurangan di Bulan Ramadhan
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma'asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Syukur alhamdulillah merupakan kata kunci pertama yang harus kita tanamkan dalam diri kita semua atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan, khususnya nikmat iman dan nikmat sehat, sehingga kita bisa terus istiqamah dalam mengerjakan ibadah wajib shalat Jumat ini. Semoga ibadah yang kita lakukan menjadi ibadah yang diterima oleh-Nya.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya. Selanjutnya, melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah azza wa jalla. Karena hanya dengan modal takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dengan karunia-Nya, dan selamat di akhirat dengan keadilan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Sudah hampir satu pekan kita semua berpisah dengan bulan Ramadhan. Ia telah pergi, dan kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berjumpa kembali dengannya atau tidak. Sebab, kematian tidak ada yang tahu kapan datangnya. Bisa saja, ia lebih dahulu menjemput kita semua sebelum datangnya bulan Ramadhan yang akan datang.
Oleh karena itu, sebelum kematian itu datang, tidak ada yang bisa kita persiapkan selain terus istiqamah dan konsisten dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt, berusaha untuk meningkatkan iman dan takwa, berbuat baik kepada sesama, meninggalkan semua perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai oleh-Nya.
Dengan upaya dan usaha tersebut, maka kita semua insya Allah akan tergolong sebagai hamba yang akan mendapatkan ridha dari Allah swt. Salah satu upaya untuk meningkatkan iman dan takwa, serta menjadi ibadah yang sangat disenangi oleh Allah swt adalah puasa.
Dengan berpuasa, seseorang akan memiliki derajat istimewa dan balasan yang istimewa pula dari Allah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, yaitu:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ إِنَّمَا يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِي
Salat Jumat
ceramah Khutbah Jumat
Khutbah Jumat Singkat
naskah khutbah jumat syawal
materi khutbah Jumat
naskah khutbah Jumat
teks khutbah Jumat
khutbah Jumat
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 17 April 2026: Bersiap Diri Menghadapi Ajal yang Pasti Tiba |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 17 April 2026: Jangan Pernah Putus Harapan dari Rahmat Allah SWT |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Sifat Malu sebagai Penjaga Harga Diri |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Menggapai Kebahagiaan Abadi di Akhirat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Langkah Memperkuat Ketakwaan Sebelum Wafat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/jemaah-saat-mengikuti-mengikuti-salat-idulfitri-di-alun-alun-kejaksan.jpg)