Minggu, 17 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat Singkat: Apakah Ini Ramadhan Terakhir Kita?

Berikut disajikan naskah khutbah Jumat singkat dan terbaru mengenai menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Tayang:
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pelaksanaan salat gaib untuk Eril putra sulung dari Ridwan Kamil di Masjid Al-Imam Majalengka, Jumat (3/6/2022). 

Ringkasan Berita:
  • Teks khutbah kali ini mengusung tema reflektif yang sangat mendalam: "Apakah Ini Ramadhan Terakhir Kita?". Di tengah keberkahan hari Jumat yang dipercaya sebagai waktu mustajab untuk berdoa, naskah ini pengingat bagi setiap muslim laki-laki yang berkumpul di masjid untuk tidak sekadar menyambut Ramadhan 1447 H sebagai rutinitas tahunan.
  • Khutbah ini mengajak jamaah untuk membangun urgensi dalam beribadah, seolah-olah kesempatan yang ada saat ini adalah kesempatan final yang diberikan Allah SWT.

TRIBUNCIREBON.COM - Berikut disajikan naskah khutbah Jumat singkat dan terbaru mengenai menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Berbicara mengenai Hari Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan hari dikabulkannya doa.

Umat muslim laki-laki dianjurkan untuk melaksanakan shalat jumat di masjid.

Pastinya saat melaksanakan shalat jumat akan dibutuhkan khutbah jumat sebagai ajakan untuk tetap berada di jalan yang benar.

Berikut ini disajikan naskah khutbah jumat berjudul Apakah Ini Ramadhan Terakhir Kita?

Baca juga: Ceramah Khutbah Jumat Singkat: 4 Alasan Penting Tuntaskan Amalan di Akhir Ramadhan

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّققُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ (الحشر: ١٨)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ramadhan adalah bulan yang spesial. Ketika tiba Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu dan pahala dilipatgandakan. Ramadhan adalah bulan yang berlimpah keberkahan. Permulaannya penuh dengan rahmah (kasih sayang). Pertengahannya sarat dengan maghrifah (ampunan). Pungkasannya adalah kebebasan dari api neraka. Ramadhan adalah sebaik-baik bulan. Di dalamnya terdapat malam yang merupakan sebaik-baik malam, malam yang lebih utama daripada seribu bulan.

Ramadhan adalah madrasah yang menempa seorang muslim menjadi insan yang dapat merasakan lapar dan dahaganya orang-orang fakir dan miskin. Ramadhan mengajarkan sabar dan syukur. Karena orang yang berpuasa dituntut untuk sabar dalam meninggalkan seluruh perkara yang dapat membatalkan puasa. Ia juga semestinya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan dan melakukan ibadah-ibadah di dalamnya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Berbahagialah seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu dosa-dosanya diampuni oleh Allah karena berbagai kebaikan dan ketaatan yang ia lakukan selama Ramadhan. Sebaliknya sungguh merugi orang yang diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, namun kesempatan itu ia sia-siakan. Kesempatan emas itu tidak ia manfaatkan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved