Jumat, 5 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ramadan

Simak Jadwal Shalat Tarawih Pertama Ramadhan 1447 H

Dalam hitungan hari, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tayang:
Tribunjabar.id/Fauzi Noviandi
Puluhan warga korban gempa Cianjur saat melaksaan sholat tarawih berjamaah di masjid darurat, Rabu (22/3/2023). 

Pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal, sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomis.

Dilansir dari laman baznas.go.id, rukyatul hilal memiliki makna melihat dengan mata adanya bulan sabit.

Penentuan puasa awal Ramadhan dengan metode ini berdasar pada penglihatan dan pengamatan bulan secara langsung yang berbentuk sabit atau belum terlihat bulat dari bumi.

Dalil terkait penggunaan metode ini terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman:

Artinya: "Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut."

Bulan yang dimaksud adalah bulan sabit muda sangat tipis pada fase awal bulan baru. Bulan inilah yang disebut dengan hilal.

Pengamatan hilal tersebut dilakukan pada  hari ke-29 atau malam ke-30, dari bulan yang sedang berjalan. Bila malam tersebut hilal sudah terlihat, maka malam itu sudah dimulai bulan baru.

Namun jika hilal tidak terlihat,  maka malam itu adalah tanggal 30 bulan yang sedang berjalan. Malam berikutnya dimulai tanggal satu bagi bulan baru atas dasar istikmal (digenapkan). 

Sementara, metode hisab adalah penentuan awal Ramadhan berdasarkan perhitungan astronomis.

Metode ini meyakini adanya hilal meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang selama memenuhi kriteria tertentu. 

Tiga syarat kriteria dalam penentuan hilal dengan metode ini di antaranya:

Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
Ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam. 
Pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud).
Ketiga kriteria tersebut harus terpenuhi untuk menandakan telah masuk dalam awal bulan hijriyah. 

Namun dengan catatan, bila menggunakan metode hisab hakiki kriteria ijtimak sebelum gurub (al-ijtima qabla al-gurub), tidak perlu lagi mempertimbangkan keberadaan bulan saat matahari terbenam di atas ufuk atau bukan.

Dalil terkait penggunaan metode hisab sebagai penentuan awal bulan hijriah terdapat pada surat Ar Rahman ayat 5, yakni:

Baca juga: Jadwal Puasa Ramadan 2026, Cek Tanggalnya dari Pemerintah-Muhammadiyah

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved