Jumat, 5 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kisah Kelahiran Soekarno, Bapak Proklamator Indonesia Pernah Diasingkan dan di Penjara

Ia ditangkap dan dimasukkan ke Penjara Banceuy pada 29 Desember 1929. Setelah itu, dia dipindahkan ke Penjara Sukamiskin.

Tayang:
IPPHOS/Arsip Nasional RI
Presiden Ir Soekarno dan Wapres Drs Mohammad Hatta. 

Ringkasan Berita:
  • Soekarno lahir dari pasangan Ida Ayu Nyoman Rai dan Raden Soekemi Sosrodihardjo. Masa kecilnya dihabiskan di Blitar sebelum akhirnya ia melanjutkan pendidikan di HBS Surabaya pada tahun 1915, tempat wawasan dan jiwa kepemimpinannya terasah selama tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto.
  • Setelah lulus pada tahun 1921, Soekarno berkuliah di Jurusan Teknik Sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng (ITB) dan mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

TRIBUNCIREBON.COM - Soekarno adalah anak dari Ida Ayu Nyoman Rai (Sang ibu), dan Raden Soekemi Sosrodihardjo (sang ayah).

Soekemi bekerja sebagai seorang guru di Singaraja. 

Masa kecil Soekarno dihabiskan di Blitar, Jawa Timur.

Berkutnya, pada 1915, Soekarno masuk Hogere Burger School (HBS) di Surabaya.

Selama di Surabaya, ia menetap di rumah H.O.S Cokroaminoto.

Di rumah itu, , wawasan dan jiwa kepemimpinannya menjadi terasah.

Di HBS, Soekarno aktif dalam organisasi Tri Koro Dharmo.

Pada Juli 1921, Soekarno lulus dari HBS dan melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Sipil. 

Saat kuliah, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Melalui PNI, suara dan pergerakan Soekarno tercium oleh Belanda dan dianggap radikal.

Ia ditangkap dan dimasukkan ke Penjara Banceuy pada 29 Desember 1929. Setelah itu, dia dipindahkan ke Penjara Sukamiskin.

Pada 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo). Ia masih dianggap terlalu berbahaya, sehingga akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Ende, Flores.

Belanda sengaja membuang Soekarno ke tempat yang jauh untuk memutus hubungan dengan para loyalisnya.

Di Ende, Soekarno dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi, menempati rumah Abdullah Ambuwawu.

Dari Ende, Belanda mengasingkan Soekarno ke Bengkulu.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved