Rabu, 29 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hari Santri Nasional 2025

Hari Santri Nasional, Romo Syafi'i: Santri Harus Jadi Pelopor dalam Mengamalkan Moderasi Beragama

Ini pesan dari Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i terkait Hari Santri Nasional 2025.

Tayang:
Editor: taufik ismail
kemenag.go.id
WAMENAG - Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. Ia mengatakan santri harus jadi teladan moderasi. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Di momen Hari Santri, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, mengatakan santri memiliki peran strategis sebagai penjaga moral dan teladan moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. 

Pernyataan ini disampaikan Menag saat menerima perwakilan Pondok Pesantren Daarul Rahman di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kedua pihak membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan peringatan Hari Santri 2025, termasuk upaya menghidupkan kembali semangat dan peran santri dalam membangun bangsa melalui nilai-nilai keislaman yang moderat dan berkeadaban.

Menurut Romo Syafii, pesantren selama ini telah menjadi pusat pembentukan karakter bangsa yang kuat dan berakar pada nilai-nilai keagamaan.

Santri bukan hanya penerus tradisi keilmuan Islam, tetapi juga agen penting dalam menjaga keseimbangan dan persatuan nasional.

“Santri harus menjadi pelopor dalam mengamalkan moderasi beragama."

"Di tangan para santri, kita berharap tumbuh generasi yang mampu menjaga harmoni, menghargai perbedaan, dan membawa pesan kedamaian di tengah masyarakat,” katanya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Romo menambahkan moderasi beragama bukan hanya konsep yang diajarkan di ruang kelas, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Santri diharapkan dapat menampilkan keteladanan dalam berperilaku, bersikap terbuka, serta mampu menjadi penyejuk dalam berbagai situasi sosial.

“Keteladanan seorang santri terlihat dari kesederhanaan, kedisiplinan, dan tanggung jawabnya dalam mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin."

"Itu yang membedakan santri sebagai sosok yang berilmu sekaligus berakhlak,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Ahmad Zaenal Ridho menyampaikan sejumlah gagasan untuk memperingati Hari Santri secara lebih bermakna.

Di antaranya adalah kegiatan peringatan hari santri yang diadakan oleh pesantren Daarul Rahman sekaligus memperingati 50 tahun berdirinya pesantren Daarul Rahman.

“Kami ingin menjadikan Hari Santri sebagai gerakan bersama, bukan sekadar peringatan seremonial. Santri harus hadir di tengah masyarakat dengan semangat kontribusi dan keteladanan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved