Rabu, 3 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hujan Deras Picu Banjir di Pamarican dan Cidolog Ciamis, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Ciamis menyebabkan banjir di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog

Tayang:
Istimewa/Dok BPBD CIAMIS
BANJIR DI CIAMIS - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Ciamis menyebabkan banjir di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog, Senin (9/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Ciamis menyebabkan banjir di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog
  • Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab serta meluapnya Sungai Citalahab dan Sungai Ciseel

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Ciamis menyebabkan banjir di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog, Senin (9/2/2026). 

Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab serta meluapnya Sungai Citalahab dan Sungai Ciseel.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan memicu luapan air ke permukiman warga.

Baca juga: Jelang Ramadan, Pengunjung Wisata Cibulan Kuningan Manfaatkan Air Sumur Tujuh

“Curah hujan tinggi menyebabkan tanggul Sungai Citalahab jebol, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga di Pamarican dan Cidolog,” ujar Ani Supiani, Selasa (10/2/2026).

Di Kecamatan Pamarican, banjir melanda Desa Bangunsari, tepatnya di Dusun Kubangpari RT 1 hingga RT 7/ RW 2. 

Sementara di Kecamatan Cidolog, wilayah terdampak berada di Desa Ciparay, Dusun Ciparay RT 1/ RW 1.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 51 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Baca juga: Polresta Cirebon Amankan 24 Pelajar Diduga Geng Motor, Kedapatan Bawa Sajam


Rinciannya, 37 jiwa mengungsi di Masjid Nurul Haq, sedangkan 14 jiwa lainnya mengungsi di Sekolah atau Madrasah Al-Ikhsan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun puluhan warga harus mengungsi karena rumah mereka terdampak genangan air,” kata Ani.

Untuk kerugian materiil, BPBD Ciamis menyebut masih dalam proses kaji cepat di lapangan guna memastikan jumlah dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Dalam penanganan bencana, BPBD Ciamis bersama TNI, Polri, aparat desa, serta unsur relawan langsung melakukan evakuasi warga dan pendistribusian logistik kedaruratan bagi korban terdampak.

Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy turut menurunkan alat berat guna melakukan penutupan darurat pada tanggul Sungai Citalahab yang jebol.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk penanganan darurat, termasuk upaya penutupan tanggul agar tidak terjadi banjir susulan,” ungkap Ani.

Hingga Senin tengah malam, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut. 

Namun sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian di masjid dan sekolah.

BPBD Ciamis menegaskan bahwa pembangunan kembali tanggul Sungai Citalahab menjadi kebutuhan mendesak guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved