Berita Indramayu Hari Ini
Hasil Panen di Desa Juntikedokan Indramayu Tembus 13,9 Ton Per Hektare, Ini Rahasianya
Kabar yang tampaknya menggembirakan datang dari Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ringkasan Berita:
- Kabar yang tampaknya menggembirakan datang dari Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu
- Menjelang musim panen raya hasil ubinan atau prediksi panen di wilayah tersebut melonjak hingga 13,9 ton per hektare dari biasanya hanya 7,7 ton per hektare
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabar yang tampaknya menggembirakan datang dari Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Pasalnya, menjelang musim panen raya hasil ubinan atau prediksi panen di wilayah tersebut melonjak hingga 13,9 ton per hektare dari biasanya hanya 7,7 ton per hektare.
Camat Juntinyuat, Ali Alamudin, mengatakan, hasil tersebut didapatkan berdasarkan pengukuran perkiraan hasil panen yang mengambil sampel di areal seluas 2,5 x 2,5 meter.
"Berat sampelnya 8,7 kilogram, sehingga estimasi totalnya diprediksi mencapai 13,92 ton gabah kering giling (GKP) per hektare," kata Ali Alamudin saat ditemui usai praktik ubinan di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Hadiri Rapat Paripurna DPRD Indramayu, Lucky Hakim Singgung Efektivitas Pelayanan Pemerintahan
Ia mengatakan, produktivitas pertanian di Desa Juntikebon meningkat hampir dua kali lipat dibanding biasanya berkat kombinasi teknik yang tepat dari Kelompok Tani Srikandi.
Sebab, menurut dia, Kelompok Tani Srikandi Desa Juntikedokan menggunakan varietas padi Ciherang Cap Beruang, dan pupuk hayati cair extraGEN yang merupakan bantuan pemerintah.
Pihaknya mengakui, pupuk hayati cair tersebut berfungsi sebagai pembenah tanah dan meningkatkan pertumbuhan anakan, sehingga hasil panen di Desa Juntikedokan meningkat dari biasanya.
"Kelompok Tani Srikandi memberikan pupuk minimal dua kali, yakni sebelum tanam dan pada masa awal pertumbuhan, serta dilanjutkan pemupukan tabur," ujar Ali Alamudin.
Ia menyampaikan, metode yang diterapkan Kelompok Tani Srikandi tersebut membuahkan hasil nyata, karena setiap rumpun padi memiliki 50–60 anakan yang seluruhnya berisi bulir gabah bernas atau padat.
Baca juga: Tebu Dirias Bak Pengantin, Tradisi 130 Tahun di Cirebon Jadi Simbol ‘Lebaran’ Petani
Ali mengakui, ubinan kali ini sangat penting agar pemerintah memiliki data akurat untuk mengevaluasi kekurangan dan kelebihan hasil panen demi meningkatkan kesejahteraan petani.
"Hasil ubinan ini menjadi acuan dalam melihat potensi panen sekaligus bahan evaluasi bagi peningkatan produksi pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Juntinyuat," kata Ali Alamudin.
Sementara, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Juntinyuat, Rido Mardianto, mengatakan, keberhasilan Kelompok Tani Srikandi bakal menjadi pijakan strategi untuk diterapkan di wilayah lain di Indramayu.
"Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan kelompok tani sangat penting untuk mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu," ujar Rido Mardianto.
| Hadiri Rapat Paripurna DPRD Indramayu, Lucky Hakim Singgung Efektivitas Pelayanan Pemerintahan |
|
|---|
| Aep Surachman Akhiri Pengabdiannya Usai 32 Tahun Bertugas di Pemkab Indramayu, Ini Pesan Lucky Hakim |
|
|---|
| Bupati Lucky Hakim Tinjau Layanan Kesehatan RSUD Indramayu, Tekankan Pelayanan Ramah dan Cepat |
|
|---|
| Tinjau Cathlab di RSUD Indramayu, Lucky Hakim: Penanganan Jantung Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah |
|
|---|
| Bupati Indramayu Serahkan Bantuan Kursi Roda CSR Perusahaan Jepang Kepada Atlet Difabel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Pemerintah-Kecamatan-Juntinyuat-saat-melaksanakan-ubinanF.jpg)