Minggu, 17 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Indramayu Hari Ini

Pemdes Majakerta Indramayu Kukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana

Pemerintah Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana

Tayang:
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
PENGUKUHAN FPRB - Prosesi pengukuhan FPRB Desa Majakerta di Balai Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/1/2026) 
Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Kamis (29/1/2026).


Pengukuhan FPRB yang berlangsung di Aula Balai Desa Majakerta itu difasilitasi BPBD Kabupaten Indramayu yang bekerja sama dengan Human Initiative dan Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan.


Kuwu atau Kepala Desa Majakerta, Rendra, mengatakan, pengukuhan FPRB itu menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk menanggulangi potensi dan dampak bencana di Desa Majakerta.

Baca juga: Bobol Minimarket Lewat Atap, Empat Maling di Majalengka Diringkus Polisi


"Bencana merupakan hal yang tidak dikehendaki, tetapi harus diantisipasi untuk meminimalisir dampaknya," kata Rendra saat ditemui usai pengukuhan FPRB di Balai Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/1/2026).


Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Indramayu, Human Initiative, dan KPI RU VI Balongan, yang memfasilitasi dari mulai pelatihan relawan FPRB Desa Majakerta hingga dikukuhan hari ini.


"Kami meyakini, setelah mendapatkan pelatihan para relawan FPRB Desa Majakerta dapat melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana secara tepat serta mengedukasi masyarakat agar mewaspadai potensi bencana," ujar Rendra.


Sementara, Manager Disaster Risk Management Human Initiative sekaligus Fasilitator Pembentukan FPRB Desa Majakerta, Deni Kurniawan, menyampaikan, pengukuhan FPRB Desa Majakerta itu merupakan manifestasi sinergi Segitiga Penanggulangan Bencana yang melibatkan kolaborasi antara masyarakat, swasta, dan pemerintah.


Menurut dia, penguatan unsur masyarakat terhadap penanggulangan bencana sangat penting, karena menjadi garda terdepan yang paling berpotensi terdampak saat terjadi bencana, khususnya di Desa Majakerta.


Selain itu, FPRB Desa Majakerta juga merupakan lembaga berbasis masyarakat yang dibentuk untuk menganalisis, mengedukasi, dan mengantisipasi risiko bencana lokal, didukung pendampingan Human Initiative serta Pemkab Indramayu.


"Melalui FPRB ini, kami ingin memperkuat kapasitas dan pengetahuan para relawan agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi masa siaga bencana, serta mampu menanggulangi dampaknya," kata Deni Kurniawan.

Baca juga: Jumlah Penerima MBG di Cirebon Naik 78 Persen, Dari 1.451 Jadi 2.481 Penerima Dalam Sebulan


Pihaknya mengakui, berdasarkan analisis risiko bencana Desa Majakerta sendiri tergolong rawan bencana alam maupun nonalam seperti kegagalan teknologi, karena berada di areal ring satu Kilang Pertamina Balongan.


Karenanya, kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir dampak bencana alam maupun nonalam dari mulai banjir, banjir rob, hingga kegagalan teknologi di lingkungan Kilang Pertamina Balongan seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.


"Kami juga akan memberikan pendampingan secara kontinyu, sehingga para relawan FPRB Desa Majakerta bisa terus meningkatkan pengetahuan, dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana," ujar Deni Kurniawan.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved