Skandal Dugaan Perselingkuhan
Skandal Dugaan Perselingkuhan Oknum DPRD Cirebon Disorot, Mahasiswa Ancam Begini
Skandal Oknum DPRD Cirebon Disorot, Mahasiswa Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tak Diproses
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ketua BK DPRD Kota Cirebon, Abdul Wahid mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pengadu maupun teradu.
“Kami sudah mengadakan rapat internal dan menyepakati untuk membuat jadwal pemanggilan pihak-pihak yang terkait, dalam hal ini pengadu saudara Robby dan juga teradu saudara HSG,” jelas Abdul.
Baca juga: 3 Fakta Mengejutkan dari 342 Perlintasan Sebidang di Bandung, 65 Insiden Tertemper Kereta
Ia menyebut, pemanggilan pengadu akan dilakukan pada 5 Mei 2026, disusul pemanggilan teradu pada 6 Mei 2026.
"Pengadu kami jadwalkan tanggal 5 Mei, lalu teradu tanggal 6 Mei. Setelah itu kami beri ruang masing-masing pihak untuk menghadirkan saksi-saksi yang menguatkan,” katanya.
Pantauan di lokasi, aksi sempat berlangsung memanas dengan kepulan asap dari pembakaran ban di tengah jalan.
Meski demikian, aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan lalu lintas.
Baca juga: 3 Fakta Mengejutkan dari 342 Perlintasan Sebidang di Bandung, 65 Insiden Tertemper Kereta
Mahasiswa menegaskan, aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan digelar jika tidak ada langkah konkret dari DPRD dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
Di sisi lain, proses hukum juga tengah berjalan.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar memastikan, laporan terkait dugaan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Pengaduannya sudah kita terima dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Eko.
Baca juga: 3 Fakta Mengejutkan dari 342 Perlintasan Sebidang di Bandung, 65 Insiden Tertemper Kereta
Polisi, kata dia, telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk terlapor berinisial HSG.
"Sementara sudah ada beberapa pihak yang dimintai keterangan, termasuk yang bersangkutan,” ucapnya.
Namun hingga kini, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
“Masih dalam pemeriksaan, kita kumpulkan keterangan dan barang bukti. Belum ada penetapan tersangka,” jelas dia.
Baca juga: 3 Fakta Mengejutkan dari 342 Perlintasan Sebidang di Bandung, 65 Insiden Tertemper Kereta
Sementara itu, pihak terlapor melalui kuasa hukumnya membantah tuduhan perselingkuhan dan menyebutnya tidak benar.
Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, seiring desakan mahasiswa dan masyarakat yang menuntut transparansi serta penegakan etika terhadap pejabat publik di Kota Cirebon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Skandal-dugaan-perselingkuhan-yang-menyeret-oknum-anggota-DPRD-Kota-Cirebon.jpg)