Kamis, 7 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Gempa Terkini

Getaran Misterius di Desa Cipanas Cirebon Ternyata Hanya Terekam 1 Sensor, Ini Kata BMKG

Getaran misterius yang sempat membuat panik warga Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, ternyata hanya terekam oleh satu sensor milik BMKG

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
RUMAH RUSAK - Getaran misterius yang mengguncang warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga meninggalkan jejak kerusakan di dalam rumah warga. 

Ringkasan Berita:
  • Getaran misterius yang sempat membuat panik warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata hanya terekam oleh satu sensor milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Hingga kini sumber getaran tersebut masih belum bisa dipastikan
  • Berdasarkan hasil pemantauan, getaran terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.22 WIB

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Terungkap! Getaran misterius yang sempat membuat panik warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata hanya terekam oleh satu sensor milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 


Meski begitu, hingga kini sumber getaran tersebut masih belum bisa dipastikan.


Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, getaran terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.22 WIB.


“Pada waktu tersebut, sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan (PKJM) mencatat adanya getaran. Namun sinyal yang terekam sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh tiga sensor lainnya,” ujar Teguh saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Pidato Singkat Peringatan Hari Kartini 21 April 2026, Inspiratif dan Penuh Makna


Ia menjelaskan, dari rekaman gelombang P dan S pada sensor tersebut ditemukan selisih waktu sekitar tiga detik yang menjadi petunjuk awal lokasi sumber getaran.


“Berdasarkan data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor,” ucapnya.


Namun demikian, keterbatasan data membuat BMKG belum bisa menarik kesimpulan pasti.


Pasalnya, dari empat sensor yang tersebar di wilayah sekitar Cirebon, yakni di Jatiwangi (Majalengka), Pasawahan (Kuningan), Astanajapura dan Pabuaran, hanya satu sensor yang merekam kejadian tersebut.


“Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh,” jelas dia.


Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah getaran tersebut merupakan aktivitas gempa lokal atau berasal dari sumber lain.


“Kami belum dapat memastikan apakah getaran ini merupakan aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti aktivitas geotermal maupun gunung api,” katanya.


BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Teka-teki Getaran Misterius yang Guncang Dukupuntang Cirebon, Plafon Rumah Ambruk, Kusen Copot


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved