Senin, 27 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ibadah Haji 2026

99 Persen Pasti Berangkat, Begini Bocoran Strategi Haji Cirebon Hadapi Dinamika Global

Di tengah dinamika situasi global yang tak menentu, kabar menenangkan datang bagi ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
KEBERANGKATAN CALON JEMAAH HAJI - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim buka suara soal keberangkatan calon jemaah haji 

Ringkasan Berita:
  • Konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran menjadi perbincangan karena dikhawatirkan berpengaruh pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026
  • Di tengah dinamika situasi global yang tak menentu, kabar menenangkan datang bagi ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon
  • Pemerintah memastikan keberangkatan tetap berjalan, bahkan dengan keyakinan hampir pasti terlaksana.

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Di tengah dinamika situasi global yang tak menentu, kabar menenangkan datang bagi ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon

Sebagai informasi, konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran menjadi perbincangan karena dikhawatirkan berpengaruh pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.


Namun, pemerintah memastikan keberangkatan tetap berjalan, bahkan dengan keyakinan hampir pasti terlaksana.

Baca juga: Haji 2026 Kabupaten Cirebon Hampir Siap 100 Persen, 2.576 Jemaah Berangkat, Dibagi Tujuh Kloter


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, Mualim Tamim menegaskan bahwa peluang keberangkatan jemaah haji tahun 2026 mencapai 99 persen.


“Terus yang ketiga, kemungkinan 99 persen pasti berangkat karena Pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan,” ujar Mualim saat diwawancarai, Rabu (8/4/2026).


Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar.


Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan jauh-jauh hari, termasuk menghadapi kemungkinan gangguan penerbangan akibat kondisi geopolitik dunia.


Mualim mengungkapkan, pihaknya telah menerima skenario mitigasi dari pusat, termasuk opsi perubahan jalur penerbangan.


“Sudah sampai ke kita dan itu sudah jauh-jauh hari kami ambil langkah antisipasi dan mitigasinya. Jadi, kita tetap berangkat tetapi menggunakan jalur selatan atau via Afrika,” ucapnya.


Meski rute tersebut dinilai lebih panjang dan berpotensi menambah biaya operasional, pemerintah memastikan jemaah tidak akan dibebani biaya tambahan.


“Meskipun itu akan ada pembengkakan biaya penerbangan karena rutenya memutar, tekad pemerintah tetap memberangkatkan tanpa membebani jamaah. Karena semuanya sudah kontrak; mulai dari maskapai, akomodasi hotel, hingga katering sudah beres semua,” jelas dia.


Selain itu, isu pembatalan keberangkatan juga dinilai sangat kecil kemungkinannya.

Baca juga: 17.400 Jemaah Haji Asal Jabar Berangkat dari Asrama Haji Indramayu


Mualim bahkan menyinggung stabilitas negara-negara di kawasan Timur Tengah yang dinilai tetap menghormati pelaksanaan ibadah haji.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved