Khutbah Jumat

Materi Khutbah Jumat Terbaru: Sambut Maulid Nabi, Mari Meniru Ahlak Nabi Muhammad SAW

Dan pada hari Jumat yang mulia ini, 29 Agustus 2025, yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari

tribun
Naskah Khutbah Jumat Sambut Rabiul Awal: Syukur atas Kelahiran Sang Nabi 

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Pada ayat yang tadi khatib bacakan, terlihat betapa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sosok yang sangat menyayangi kita sebagai umatnya. Dalam tafsir al-Mishbah disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia sama seperti kita, namun Nabi merasa sedih dengan penderitaan yang kita rasakan. Nabi ingin umatnya hidup dalam kemudahan dengan adanya petunjuk dari Allah subhanahu wa ta'ala, dan sudah barang pasti beliau sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang yang beriman.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Kasih sayang beliau sangat terasa bagi orang-orang di sekelilingnya, salah satunya adalah sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Anas radhiyallahu 'anhu:

خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَشْرَ سِنِينَ وَاللَّهِ مَا قَالَ لِى أُفًّا. قَطُّ وَلاَ قَالَ لِى لِشَىْءٍ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَهَلاَّ فَعَلْتَ كَذَا.

Artinya: "Anas bin Malik radhiyallallahu 'anhu berkata: "Aku membantu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam selama sepuluh tahun, demi Allah tidak pernah beliau mengatakan: "Duh" (tanda kecewa terhadap Anas), dan tidak pernah mengatakan kepadaku: "Kenapa engkau kerjakan seperti ini atau mengapa tidak kau kerjakan seperti ini saja..."(Hadits riwayat Imam Muslim)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Kita juga dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang tertera dalam kitab-kitab maulid Nabi. Salah satunya kitab maulid yang sering kita baca adalah maulid al-Barjanzi karya Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Beliau menyebut di dalam kitab al-Barjanzi:

وَأَنَّهُ الْحَبِيْبُ الَّذِي حَسُنَتْ طِبَاعُهُ وَسَجَيَاهُ

Artinya, "Sungguh Nabi adalah kekasih Allah yang bagus watak dan budi pekertinya."

Syekh Ja'far al-Barzanji menyebutkan beliau adalah sosok yang tidak membeda-bedakan manusia, semuanya beliau ayomi.

وَيُحِبُّ الْفٌقَرَاءَ وَالْمَسَاكِيْنَ وَيَجْلِسُ مَعَهُمْ وَيَعُوْدُ مَرْضَاهُمْ وَيُشَيِّعُ جَنَائِزَهُمْ وَلَا يَحْقِرُ فَقِيْرًا

Artinya, "Beliau mencintai orang fakir dan miskin, suka duduk bersama mereka, menjenguk orang-orang yang sakit diantara mereka, mengantar jenazah mereka, dan tidak mencemoohkan orang yang fakir.

وَيَتَألّفُ أَهْلَ الشَّرَفِ وَيُكْرِمُ أَهْلَ الْفَضْلِ وَيَمْزَحُ وَلَا يَقُوْلُ إِلاَّ حَقًّا

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved