Teror Macan Tutul di Kuningan, Puluhan Hewan Ternak Dimangsa, Camat Hantara Buka Suara
Teror macan hingga memangsa puluhan ekor kambing milik warga di Kecamatan Hantara, Kuningan menjadi perhatian
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Teror macan hingga memangsa puluhan ekor kambing milik warga di Kecamatan Hantara, Kuningan menjadi perhatian tokoh masyarakat dan pejabat Kuningan.
"Adanya teror macan tutul, jujur warga kami merasa resah dan tergganggu atas kenyamanan saat beraktivitas," kata Camat Hantara, Rio Cahyadi saat memberikan keterangan kepada Tribun, Jum'at (8/8/2025).
Rio mengaku peristiwa teror macan itu menjadi perhatian serius. Hal ini dibuktikan dengan mendesak kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cirebon untuk terjun dan melakukan tindakan cepat.
Baca juga: Macan Tutul Serang Hewan Ternak Warga di Cikondang Kuningan, Kades Angkat Bicara
"Ya, kami sudah melakukan kordinasi dengan BKSDA, sebab ini ancaman serius bagi kenyamanan warga. Bayangkan, ketika warga kami beraktivitas dalam mengelola hutan dan perkebunan seperti biasa itu muncul Macan Tutul, nah bagaimana itu," katanya.
Menyinggung soal kerugian warga dari jumlah kematian hewan ternak, Camat Rio mengungkap ada banyak hewan ternak warga yang mati dengan luka gigitan dan cakar kucing besar tersebut.
"Untuk jumlah kambing warga kami yang mati akibat ancaman Macan Tutul, sejak 2024 hingga hari kemarin di tahun 2025 itu lebih dari 70 ekor kambing," katanya.
Diberitakan sebelumnya, kemunculan macan tutul hingga berhasil direkam warga menjadi viral.
Itu menjadi perhatian tokoh masyarakat sekitar hutan perbatasan Kecamatan Hantara dan Kecamatan Subang.
Lia Nuryanah, Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara menduga kemunculan kucing besar itu akibat rusaknya lingkungan hutan sekitar. Hal itu dibuktikan dengan alih fungsi lahan hutan dengan penanaman jenis pohon komersil.
"Ya, kami menduga akibat alih fungsi lahan hutan di sekitar perbatasan Kecamatan Subang dan Hantara, dengan menanam pohon kopi ini jelas merusak habitat satwa sekitar," kata Lia mengawali perbincangan dengan Tribun, Kamis (7/8/2025).
Pembuktian kerusakan lahan hutan akibat adanya penanaman pohon komersil.
"Dari segi lahan bisa dilihat dari titik pohon kopi itu sangat bersih. Tanpa ada pohon endemik yang menjadi tempat habitat hewan sekitar," katanya.
Hutan Subang di wilayah Kuningan selatan rusak hingga menimbulkan krisis air dan menjadi ancaman warga akibat sejumlah hewan buas turun ke permukiman daerah setempat.
Hal itu muncul setelah sebelumnya terjadi perubahan hutan lindung, yang kini di tanam pohon kopi oleh sejumlah warga luar daerah setempat.
Menyerap aspirasi tadi, Bupati Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar yang memimpin rapat dengar pendapat langsung bergegas hingga menyerukan Staf Ahli Bupati Kuningan menjadi koordinator penanganan sosial lingkungan hutan sekitar.
"Dalam waktu secepatnya, kami akan bentuk kajian lingkungan dan tindakan cepat. Sebab, ancaman terhadap warga sudah banyak dirasakan. Seperti krisis air sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dan hewan buas yang turun ke permukiman warga," kata Bupati Kuningan saat memberikan keterangan dalam audensi di ruang rapat kantor bupati, Rabu (6/8/2025).
Ancaman hewan buas, seperti Macan Tutul dan satwa lainnya, Bupati mengklaim akan dilakukan pencegahan segera.
"Untuk ancaman hewan buas atau macan yang pernah menyerang hewan ternak warga. Kami meminta warga untuk selalu waspada dalam beraktivitas," katanya.
Bentuk lain pencegahan dalam penyelematan hutan lindung, Bupati menjelaskan agar lembaga pemerintah lainnya alias Perhutani bisa memberikan solusi bagi kenyamanan masyarakat sekitar.
Terlepas dengan ancaman kerusakan hutan yang berlangsung, Bupati juga menyerukan warga Kuningan selatan untuk waspada pada perubahan cuaca.
"Ya, tadi kami mengetahui bahwa daerah Kuningan selatan ini rawan bencana longsor, karena ada lempeng bebatuan yang kurang menyerap air saat terjadi hujan," katanya. (*)
| 243 Jemaah Haji Kuningan Diberangkatkan, Bupati Dian Rachmat Yanuar Beri Pesan Begini |
|
|---|
| Jadwal Terbaru SIM Keliling Kuningan Hari Ini 19 Mei 2026, Ada di Terminal Kadugede |
|
|---|
| Aktivis Kuningan Sebut Banjir Palutungan Saat Hujan Ancaman Bencana Alam |
|
|---|
| Euforia Persib Bandung Menggema, Pemkab Kuningan Siap Gelar Nobar di Pandapa Paramartha |
|
|---|
| Viral Banjir Wisata Palutungan Kuningan, Kades Cisantana Bocorkan Penyebab Utamanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/MACAN-tutul-hantara-Kuningan.jpg)