Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Teror Macan Tutul di Kuningan, Puluhan Hewan Ternak Dimangsa, Camat Hantara Buka Suara

Teror macan hingga memangsa puluhan ekor kambing milik warga di Kecamatan Hantara, Kuningan menjadi perhatian

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tangkapan Layar
MACAN TUTUL - Tangkapan layar kemunculan macan tutul di Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Teror macan hingga memangsa puluhan ekor kambing milik warga di Kecamatan Hantara, Kuningan menjadi perhatian tokoh masyarakat dan pejabat Kuningan.

 "Adanya teror macan tutul, jujur warga kami merasa resah dan tergganggu atas kenyamanan saat beraktivitas," kata Camat Hantara, Rio Cahyadi saat memberikan keterangan kepada Tribun, Jum'at (8/8/2025).

Rio mengaku peristiwa teror macan itu menjadi perhatian serius. Hal ini dibuktikan dengan mendesak kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cirebon untuk terjun dan melakukan tindakan cepat.

Baca juga: Macan Tutul Serang Hewan Ternak Warga di Cikondang Kuningan, Kades Angkat Bicara

"Ya, kami sudah melakukan kordinasi dengan BKSDA, sebab ini ancaman serius bagi kenyamanan warga. Bayangkan, ketika warga kami beraktivitas dalam mengelola hutan dan perkebunan seperti biasa itu muncul Macan Tutul, nah bagaimana itu," katanya.

Menyinggung soal kerugian warga dari jumlah kematian hewan ternak, Camat Rio mengungkap ada banyak hewan ternak warga yang mati dengan luka gigitan dan cakar kucing besar tersebut.

 "Untuk jumlah kambing warga kami yang mati akibat ancaman Macan Tutul, sejak 2024 hingga hari kemarin di tahun 2025 itu lebih dari 70 ekor kambing," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kemunculan macan tutul hingga berhasil direkam warga menjadi viral.

Itu menjadi perhatian tokoh masyarakat sekitar hutan perbatasan Kecamatan Hantara dan Kecamatan Subang.

Lia Nuryanah, Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara menduga kemunculan kucing besar itu akibat rusaknya lingkungan hutan sekitar. Hal itu dibuktikan dengan alih fungsi lahan hutan dengan penanaman jenis pohon komersil.

"Ya, kami menduga akibat alih fungsi lahan hutan di sekitar perbatasan Kecamatan Subang dan Hantara, dengan menanam pohon kopi ini jelas merusak habitat satwa sekitar," kata Lia mengawali perbincangan dengan Tribun, Kamis (7/8/2025).

Pembuktian kerusakan lahan hutan akibat adanya penanaman pohon komersil.

"Dari segi lahan bisa dilihat dari titik pohon kopi itu sangat bersih. Tanpa ada pohon endemik yang menjadi tempat habitat hewan sekitar," katanya.

Hutan Subang di wilayah Kuningan selatan rusak hingga menimbulkan krisis air dan menjadi ancaman warga akibat sejumlah hewan buas turun ke permukiman daerah setempat.

Hal itu muncul setelah sebelumnya terjadi perubahan hutan lindung, yang kini di tanam pohon kopi oleh sejumlah warga luar daerah setempat. 

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved