Pasien Kelaparan di RSUD Gunung Jati

VIRAL Pasien Miskin Diduga Kelaparan di RSUD Gunung Jati Cirebon, Pengacara: Saya Jadi Penjamin!

Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon tengah menjadi sorotan publik usai sebuah video yang memperlihatkan aksi protes

|
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
https://vt.tiktok.com/ZSBboFdC7/
Ranujaya (Ranu), seorang pemuda asal Desa Jagapura Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon saat tengah terbaring lemah di RSD Gunung Jati Kota Cirebon akibat tergigit ular berbisa.  

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon tengah menjadi sorotan publik usai sebuah video yang memperlihatkan aksi protes terhadap pelayanan rumah sakit viral di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit yang diunggah oleh akun TikTok @ibnusaechulaw, tampak seorang pria yang belakangan diketahui adalah pengacara bernama Ibnu, memprotes keras pelayanan terhadap kliennya yang dirawat di RSUD Gunung Jati.

Ibnu menyebut kliennya, Ranujaya (Ranu), seorang pemuda asal Desa Jagapura Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tidak diberi makan selama tiga hari dan infus yang dipasang pun tak dicabut, padahal kondisi pasien disebutnya sedang dalam masa pemulihan pasca digigit ular berbisa.

Baca juga: 6 Lokasi SIM Keliling di Cirebon Hari Ini 15 Juli 2025, Balai Desa Putat dan Bank BJB Gebang

"Di penjara saja dikasih makan. Kejam sekali RSUD Gunung Jati. Orang lagi pemulihan recovery," ujar Ibnu dalam video, seperti dikutip Tribun, Senin (14/7/2025).

Dalam video juga terdengar Ibnu memprotes pegawai rumah sakit mengenai infus yang tidak dilepas.

“Kenapa alasannya infus tiga hari tidak dicabut-cabut? Cabut dong, khawatir infeksi. Kasihan nggak bisa bergerak itu,” ucapnya.

Pegawai perempuan yang mengenakan kerudung cokelat terlihat menjawab, "Iya, nanti dilepas ya, sabar."

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cirebon Hari Ini Selasa 15 Juli 2025, Waspada MPLS Hari Kedua Udara Panas dan Lembap

Namun Ibnu kembali menegaskan bahwa pasien tidak mendapat asupan baik dari infus maupun makanan.

“Asupan dari infus tidak ada, dari makanan nggak ada, mau bunuh pelan-pelan apa?” jelas dia.

Video ini kemudian menunjukkan adegan petugas rumah sakit tengah melepas infus dari tangan pasien.

Video tersebut hingga kini sudah dilihat lebih dari 1,4 juta kali, disukai 37,3 ribu, dikomentari 4.872 akun dan dibagikan 2.461 kali.

Baca juga: 4 Lokasi SIM Keliling Indramayu Hari Ini 15 Juli 2025, Balai Desa Arahan Lor dan Balai Desa Larangan


Ibnu dalam keterangan resminya kepada media mengatakan, bahwa pasien akhirnya diperbolehkan pulang setelah ia bertindak sebagai penjamin pribadi.

“Tagihannya Rp 14,3 juta, tapi saya hanya mampu membayar Rp 1 juta. Sisanya saya jamin secara pribadi."

"Ini anak dari seorang janda yang punya lima anak, mereka benar-benar tidak mampu."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved